Inovasi Anak Kaltim: SMK 10 Samarinda Rakit Mobil Listrik, Disdikbud Apresiasi Capaian Vokasi Hijau
Samarinda – Dunia pendidikan di Kalimantan Timur (Kaltim) kembali menorehkan tinta emas. Siswa-siswi berbakat dari SMK Negeri 10 Samarinda berhasil menciptakan sebuah terobosan signifikan dengan merampungkan prototipe mobil listrik.
Karya inovatif ini tidak hanya menjadi kebanggaan sekolah, tetapi juga mendapatkan perhatian serius dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, yang melihatnya sebagai bukti nyata kualitas pendidikan vokasi di Bumi Etam.
Keberhasilan ini menjadi sorotan utama dalam upaya Kaltim memajukan pendidikan kejuruan yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan.
Kepala Bidang Pembinaan SMK Disdikbud Kaltim, Surasa, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap capaian siswa SMK Negeri 10 Samarinda. Ia menegaskan bahwa prototipe mobil listrik ini adalah manifestasi konkret dari pembelajaran vokasi yang tidak hanya berkutat pada ranah teori.
“SMK Negeri 10 Samarinda telah menunjukkan integrasi yang baik antara edukasi, teaching factory, dan inovasi. Prototipe mobil listrik ini adalah hasil kerja keras yang layak diapresiasi dan menjadi tolok ukur bahwa siswa vokasi kita mampu menghasilkan produk inovatif yang aplikatif,” ujar Surasa (17/11/2025).
Menurutnya, pencapaian ini membuktikan bahwa siswa SMK memiliki kemampuan untuk merancang, merekayasa, dan memproduksi produk berteknologi tinggi, menjembatani kesenjangan antara kurikulum sekolah dengan kebutuhan pasar kerja.
Lebih lanjut, Surasa menekankan bahwa inovasi ini memiliki nilai strategis yang tinggi karena sejalan dengan program nasional pengembangan kebekerjaan hijau (green jobs). Ia menyebutkan bahwa Kalimantan Timur merupakan salah satu provinsi yang ditunjuk sebagai lokasi uji coba penerapan konsep green jobs di Indonesia.
“Kaltim masuk sebagai provinsi piloting untuk kebekerjaan hijau. Kehadiran mobil listrik ini bisa menjadi model awal yang sangat baik dalam mendukung kebijakan energi terbarukan yang sedang didorong pemerintah,” jelasnya.
Inovasi ini secara langsung mendukung pergeseran paradigma energi di daerah dan mempersiapkan tenaga kerja vokasi yang siap menghadapi tantangan transisi energi.
Meski optimis, Surasa tidak menutup mata terhadap sejumlah tantangan yang masih harus dihadapi, terutama terkait keberlanjutan inovasi.
Kendala seperti keterbatasan pendanaan dan kesiapan ekosistem energi baru di daerah masih menjadi pekerjaan rumah. Namun, ia menilai tantangan tersebut tidak boleh menjadi penghalang bagi semangat inovasi.
“Hambatan itu ada, tentu saja. Tapi SMK harus tetap bergerak. Kami sangat mendorong kolaborasi dengan industri agar inovasi ini terus berkembang dan berkesinambungan,” tegasnya.
Surasa berharap sinergi lintas sektor, melibatkan pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat, dapat memperkuat keberlanjutan proyek ini.
Ia secara spesifik menyampaikan pentingnya dukungan pendanaan melalui Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan-perusahaan industri di Kaltim.
“Industri di Kaltim kami harapkan bisa ikut bergotong royong mengembangkan prototipe ini. Termasuk lewat CSR dan publikasi, supaya masyarakat tahu bahwa SMK kita punya kemampuan menghasilkan produk kreatif dan bermanfaat,” tukas Surasa.
Selain itu, Disdikbud Kaltim juga mendorong agar sekolah-sekolah vokasi di Kaltim tidak berhenti pada sektor otomotif listrik, melainkan juga memperluas cakupan inovasi ke sektor lain, seperti alat pertanian modern, teknologi terapan, dan produk berbasis kebutuhan lokal yang solutif.
Dengan optimisme tinggi, Surasa meyakini bahwa inovasi-inovasi yang lahir dari SMK dapat menjadi motor penggerak pendidikan vokasi berbasis industri dan menjadi tulang punggung dalam mendukung transformasi menuju teknologi hijau di Kalimantan Timur. SMK kini diposisikan sebagai pilar strategis dalam mempersiapkan Kaltim menyambut era industri dan ekonomi hijau.(ct/ADV/Diskominfo)
Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya
Gabung Sekarang



