Dispora Kukar Siapkan Skema Penyesuaian Pembinaan Atlet di Tengah Efisiensi Anggaran Nasional
KUTAI KARTANEGARA— Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Kartanegara (Kukar) mulai menerapkan sejumlah penyesuaian dalam sistem pembinaan atlet menyusul kebijakan efisiensi anggaran yang diberlakukan pemerintah pusat melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025. Kebijakan tersebut berdampak langsung pada berbagai program peningkatan prestasi yang selama ini menjadi prioritas daerah.
Sekretaris Dispora Kukar, Syafliansyah, mengungkapkan bahwa sektor olahraga termasuk yang menerima imbas signifikan, khususnya dalam hal pembiayaan perjalanan dinas atlet untuk mengikuti kejuaraan di luar daerah.
“Dispora memiliki karakter yang berbeda dibanding OPD lain. Kegiatan perjalanan bukan untuk pegawai, tetapi untuk mendampingi dan mengirim atlet bertanding. Dari kompetisi itulah kita bisa membaca perkembangan atlet,” jelas Syafliansyah.
Sejumlah event yang menjadi agenda rutin pembinaan bahkan sempat tertunda karena pembatasan anggaran tersebut. Namun Dispora Kukar kini mulai melihat peluang pelonggaran kebijakan, khususnya menjelang persiapan Babak Kualifikasi (BK) Porprov 2026.
“Kami mendapat informasi bahwa beberapa aturan sedang dikaji ulang. Untuk BK Porprov, kami masih menunggu kepastian, tetapi kami sudah mulai melakukan langkah-langkah antisipatif,” katanya.
Menurut Syafliansyah, pembinaan atlet tidak dapat berjalan optimal hanya dengan mengandalkan latihan. Pengalaman bertanding, uji coba, dan keikutsertaan dalam turnamen luar daerah menjadi komponen yang tidak bisa dilepas dari proses peningkatan prestasi.
“Latihan tanpa kompetisi itu tidak cukup. Meskipun jumlah atlet yang bisa diberangkatkan berkurang, kami tetap berusaha agar minimal ada perwakilan pada tiap event sebagai tolok ukur pembinaan,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa tantangan serupa juga dialami daerah lain di Kalimantan Timur. Oleh sebab itu, koordinasi antar daerah dinilai penting agar pembinaan tetap berjalan meskipun dengan keterbatasan.
“Kami tetap menjaga komunikasi dengan kabupaten/kota lain. Harapannya kendala anggaran ini tidak menghambat upaya kita membina atlet menuju agenda besar di tahun-tahun mendatang,” tutupnya.
Dengan berbagai penyesuaian yang dilakukan, Dispora Kukar berharap proses pembinaan atlet tetap dapat berjalan dan kualitas sumber daya olahraga daerah tidak menurun meskipun berada dalam situasi efisiensi anggaran nasional.(adv/disporakukar)
Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya
Gabung Sekarang



