Kaltimpedia
Beranda Kalimantan Timur Dispar Kaltim Targetkan Desa Wisata Naik Kelas Menuju Maju

Dispar Kaltim Targetkan Desa Wisata Naik Kelas Menuju Maju

Samarinda – Dalam rangka meningkatkan daya saing pariwisata daerah, Pemprov Kaltim, melalui Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltim, mengintensifkan strategi pengembangan desa wisata.

Kepala Dispar Kaltim, Ririn Sari Dewi, menyebutkan bahwa kunci akselerasi desa wisata menuju kategori Maju adalah pendekatan holistik, yang mencakup penguatan SDM lokal, kolaborasi erat dengan sektor swasta dan dinas terkait, serta penggunaan asesmen transparan untuk perbaikan berkelanjutan.

Tahun ini, Dispar Kaltim menargetkan akselerasi signifikan desa wisata dari kategori Berkembang menuju Maju melalui tata kelola yang lebih kuat, pendampingan intensif berbasis data, dan kolaborasi sinergis lintas sektor.

Ririn menegaskan bahwa keberhasilan sebuah desa wisata tidak dapat dicapai dengan pendekatan parsial. Menurutnya, pengembangan harus berjalan melalui model kolaborasi holistik yang menyentuh seluruh aspek: sumber daya alam, budaya, dan terutama sumber daya manusia (SDM).

​“Desa wisata adalah entitas kompleks. Pengembangannya membutuhkan keterlibatan aktif dari SDM lokal, komunitas, akademisi, hingga sektor swasta. Target kami jelas: setiap tahun harus ada desa yang berhasil naik kelas dan memiliki daya saing regional,” ujarnya (30/11/2025).

​Dispar Kaltim menerapkan pola pendampingan bertahap yang diawali dengan penyusunan standar pengelolaan desa berbasis indikator nasional. Melalui proses asesmen menyeluruh, setiap desa dapat melihat posisi riil mereka dan merumuskan langkah perbaikan secara mandiri dan terukur.

​“Dengan asesmen yang transparan dan berbasis data, desa bisa mengetahui secara pasti kekurangan mereka dan fokus memperbaiki sektor yang belum optimal, misalnya dari sisi sanitasi atau homestay. Dari sana, kami masuk memberikan pendampingan teknis yang tepat sasaran,” jelas Ririn.

​Ia menekankan bahwa pariwisata desa tidak hanya bicara soal atraksi alam atau budaya yang menawan.

Ekosistem pendukung seperti pengembangan ekonomi kreatif (ekraf), penyediaan fasilitas homestay yang layak, sanitasi yang baik, dan aksesibilitas infrastruktur harus dibangun bersama agar potensi pariwisata dapat berjalan maksimal.

​“Jika SDM lokal siap dan produk Ekrafnya bagus, tetapi akses jalan buruk atau fasilitas dasar minim, pariwisata desa tetap tidak akan bergerak maksimal,” pungkasnya.

Oleh karena itu, kolaborasi bersama Dinas PUPR (untuk infrastruktur) dan Dinas Perdagangan (untuk produk Ekraf) menjadi kunci penguatan ekosistem.(ct/ADV/Diskominfo)

Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya

Gabung Sekarang
Komentar
Bagikan:

Iklan