Kaltimpedia
Beranda Advetorial Kendala Teknis Anjungan Adminduk Mandiri di Kutai Timur

Kendala Teknis Anjungan Adminduk Mandiri di Kutai Timur

Kaltimpedia, Kutai Timur – Pengadaan bantuan alat digital untuk memudahkan masyarakat, seperti Anjungan Adminduk Mandiri (ADM), ternyata menemui kendala teknis di lapangan.

Mesin yang diharapkan dapat mempercepat proses cetak dokumen secara mandiri tersebut dilaporkan mengalami kerusakan. Masalah ini menjadi pelik karena proses perbaikan tidak bisa dilakukan secara instan oleh teknisi lokal di kabupaten.

​Kepala Disdukcapil Kutim, Jumeah, menjelaskan bahwa mesin tersebut merupakan bantuan dari pihak Pemerintah Provinsi. Kerusakan yang terjadi memerlukan penanganan dari teknisi khusus yang disediakan oleh vendor pemenang pengadaan.

Hal ini menyebabkan pelayanan melalui anjungan tersebut terhenti sementara, yang memicu pertanyaan dari masyarakat pengguna layanan digital.

​”Itu dari anu, bantuan dari provinsi yang kasih. Nah dia kan yang… dia beli nih, dikasih suruh kecamatan, eh kabupaten. Kalau rusak kita mengadunya ke mana? Ke provinsi? Ya dicuekin aja,” ungkap Jumeah mengenai kendala koordinasi perbaikan.

​Hambatan utama dalam perbaikan ini adalah jalur birokrasi dan jarak teknisi. Karena barang tersebut dibeli oleh pihak provinsi, Disdukcapil kabupaten tidak memiliki kontak langsung atau kontrak kerja sama dengan teknisi yang berada di luar daerah, khususnya di Pulau Jawa.

Kondisi ini membuat aset yang seharusnya sangat membantu pelayanan justru menjadi mangkrak di sudut ruang pelayanan.

​Jumeah mengaku sudah mencoba melakukan pengaduan kepada pihak provinsi terkait kerusakan alat tersebut. Namun, respons yang didapat belum memuaskan atau belum ada tindakan nyata untuk mendatangkan teknisi.

Ia berharap sistem hibah barang seperti ini ke depannya juga harus menyertakan mekanisme pemeliharaan yang jelas agar pemerintah daerah tidak kesulitan saat terjadi kerusakan.

​”Kalau saya berurusan dengan teknisi kan nggak kenal, bukan saya yang beli. Nah, saya sudah mengadu ke provinsi…” jelasnya menggambarkan kebuntuan teknis yang dihadapi.

​Meskipun anjungan mandiri sedang rusak, Jumeah memastikan bahwa layanan manual dan online lainnya tetap berjalan normal. Petugas di loket siap melayani warga yang gagal menggunakan mesin tersebut.

Ia meminta masyarakat untuk bersabar hingga solusi teknis dari tingkat provinsi dapat segera terealisasi agar digitalisasi pelayanan dapat kembali optimal.

​Kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi Disdukcapil dalam mengelola bantuan sarana prasarana dari pihak ketiga. Jumeah menekankan perlunya kemandirian dalam teknis pemeliharaan atau minimal adanya jalur koordinasi yang cepat antara penyedia barang dan pengguna di lapangan.

Hal ini demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap inovasi teknologi yang dihadirkan pemerintah.

​”Iya kan? Belum familiar aja masyarakat. Padahal kurang apa sudah, diberikan air putih ya kan, pelayanan yang gratis, dimudahkan, semua lah,” ujarnya. (ADV)

Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya

Gabung Sekarang
Komentar
Bagikan:

Iklan