Tanggap Darurat Berakhir, Satgas Aman Nusa II Lanjutkan Pemulihan di Donggala
DONGGALA – Memasuki hari keenam pascabencana banjir bandang yang menerjang Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, ratusan personel gabungan TNI-Polri dan instansi terkait terus bekerja ekstra melakukan pemulihan. Meski status tanggap darurat telah berakhir pada 15 Januari 2026, operasi kemanusiaan tetap dilanjutkan guna memastikan akses dan kebutuhan dasar warga terpenuhi.
Pada Jumat (16/1/2026), Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana memfokuskan kekuatan di dua wilayah terdampak parah, yakni Kecamatan Tanantovea dan Kecamatan Labuan. Operasi ini diperpanjang melalui Operasi Aman Nusa II yang dijadwalkan berlangsung hingga 17 Januari mendatang.
Kabag Ops Polres Donggala, AKP Wakhidin, sebelum personel diterjunkan ke titik-titik krusial. Fokus utama hari ini adalah membuka kembali urat nadi transportasi dan pembersiha permukiman yaitu Akses Desa, dengan Pemasangan jembatan gorong-gorong untuk membuka akses yang terputus menuju Desa Labuan Lumbubaka, dan Pembersihan sisa lumpur di rumah warga Desa Labuan Kungguma dan unit Hunian Tetap (Huntap) I & II di Desa Wani Lumbupetigi.
Kapolres Donggala, AKBP Angga Dewanto Basari, turut turun langsung ke lapangan melakukan survei lokasi. “Kami memastikan pembangunan jembatan gorong-gorong berjalan cepat dan tepat sasaran agar mobilitas warga kembali normal,” tegasnya.
Data Dampak Kerusakan
Berdasarkan data terbaru hingga 14 Januari 2026, dampak banjir bandang di Donggala tercatat cukup signifikan yaitu 4 unit rumah hanyut, 8 rusak berat, dan 268 tergenang air, berikut 134 Kepala Keluarga atau sebanyak 1.093 jiwa terdampak.
Kabag Penum Ropenmas Divhumas Polri, Kombes Pol Erdi A. Chaniago, menyampaikan bahwa langkah masif ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara di tengah musibah. Total 279 personel terlibat, yang terdiri dari unsur Polres Donggala, Sat Brimobda Sulteng, TNI AD, BPBD, hingga tim medis Bid Dokkes Polda Sulteng.
“Fokus utama saat ini adalah membuka akses jalan yang terputus, membersihkan rumah warga, serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi. Kehadiran aparat diharapkan mampu membangun kembali rasa aman dan optimisme warga,” ujar Kombes Pol Erdi dalam keterangannya di Jakarta.
Selain perbaikan fisik, Polri juga menyiagakan mobil AWC (Armoured Water Cannon) untuk distribusi air bersih dan tim kesehatan untuk melayani warga yang mulai terserang penyakit pascabanjir. Hingga berita ini diturunkan, situasi keamanan di wilayah terdampak dilaporkan tetap kondusif dan terkendali.(rls/mn)
Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya
Gabung Sekarang

