Kaltimpedia
Beranda Nasional Festival Komik Bundaran HI: Ruang Ekspresi dan Dialog Polri-Masyarakat

Festival Komik Bundaran HI: Ruang Ekspresi dan Dialog Polri-Masyarakat

Kawasan Car Free Day bundaran HI Jakarta Pusat menjadi pusat penyelenggaraan Festival Komik Polisi Penolong 2025.

JAKARTA – Kawasan Car Free Day (CFD) Bundaran HI menjadi saksi upaya kreatif Polri dalam merajut kembali kedekatan dengan masyarakat. Melalui Festival Komik Polisi Penolong 2025 yang digelar Minggu pagi (19/1/2026), Korps Bhayangkara memilih medium visual storytelling sebagai jembatan emosional untuk menyasar generasi muda.

Acara ini merupakan puncak dari kompetisi yang telah menjaring lebih dari 500 karya komikus dari seluruh Indonesia. Hadir langsung dalam festival ini, Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Karyoto, S.I.K., beserta jajaran pejabat utama Baharkam Polri.

Pemilihan komik sebagai tema sentral bukan tanpa alasan. Di tengah tantangan citra di ruang digital, Polri ingin menonjolkan sisi kemanusiaan petugas di lapangan yang sering kali luput dari sorotan media sosial.

“Komik dipilih karena menjadi bahasa yang dekat dengan generasi muda. Ringkas, visual, menyentuh, dan mudah dibagikan. Lewat komik, publik diajak melihat polisi dari sisi kemanusiaan sebagai penolong pertama,” ujar salah satu inisiator kegiatan.

Dalam festival ini, 15 karya terbaik dan 1 karya favorit dipamerkan. Salah satu karya yang mencuri perhatian adalah komik yang terinspirasi dari K9 Reno, anjing pelacak legendaris yang gugur saat operasi pencarian korban bencana di Sumatra.

Tak sekadar pameran gambar, festival ini juga menjadi ajang unjuk kemampuan satuan kerja di bawah Baharkam Polri. Masyarakat dapat melihat langsung peralatan rescue yang dimiliki Dit Polairud berupa alutsista udara dan laut yang sempat viral saat penanganan bencana di Sumatra, serta dari Korps Sabhara dengan menghadirkan Polisi Pariwisata, tim Perintis Presisi, hingga unit K9.

Sedangoan Binmas Polri menghadirkan sosok Aipda Purnomo, polisi yang dikenal luas melalui aksi kemanusiaannya, sebagai simbol nyata kehadiran polisi di tengah kesulitan warga.

Ruang Dialog dan Aspirasi Publik
Festival ini dirancang interaktif dengan berbagai kegiatan seperti lomba mewarnai untuk anak SD, melukis on the spot, hingga panggung “Curhat Publik”. Di panggung ini, warga diberikan ruang untuk menyampaikan pengalaman, kritik, maupun harapan mereka terhadap institusi Polri secara terbuka.

Puncak acara ditandai dengan penyerahan trofi dan hadiah kepada para pemenang lomba komik oleh Kabaharkam Polri. Komjen Pol Karyoto menyampaikan bahwa “Apresiasi ini adalah bentuk penghormatan terhadap kreativitas publik yang membantu merawat narasi positif kepolisian. Melalui Festival ini Polri menegaskan kembali komitmennya bahwa di balik seragam dinas, terdapat jiwa pelindung yang siap mendengar dan hadir sebagai penolong bagi seluruh lapisan masyarakat.” pungkas.(rls/mn)

Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya

Gabung Sekarang
Komentar
Bagikan:

Iklan