Kaltimpedia
Beranda Samarinda H-53 Keberangkatan Haji, Kemenhaj Kaltim Minta Jemaah Fokus Persiapan dan Tak Terpapar Panik Global

H-53 Keberangkatan Haji, Kemenhaj Kaltim Minta Jemaah Fokus Persiapan dan Tak Terpapar Panik Global

Kegiatan manasik haji oleh calon jemaah sebagai bagian dari pembekalan sebelum berangkat ke Tanah Suci. (Fotp: Nabawimulia)

SAMARINDA – Menjelang keberangkatan ibadah haji yang menyisakan waktu sekitar 53 hari, Kementerian Haji (Kemenhaj) Provinsi Kalimantan Timur mengeluarkan imbauan khusus bagi para calon jemaah. Di tengah memanasnya situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah, jemaah diminta untuk tetap tenang dan tidak larut dalam kekhawatiran berlebih.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah Kemenhaj Kalimantan Timur, Haji Mohlis Hasan, menekankan agar jemaah yang telah melunasi biaya perjalanan ibadah haji (BPIH) untuk memfokuskan energi pada persiapan fisik dan mental.

“Pesan kami kepada jemaah, jangan panik dan jangan stres memikirkan situasi yang berkembang. Fokus saja pada persiapan diri dan mengikuti tahapan yang telah ditetapkan pemerintah,” ujar Mohlis, Kamis (5/3/2026).

DOKUMEN DAN PERSIAPAN HAMPIR RAMPUNG

Mohlis memastikan bahwa secara teknis, penyelenggaraan haji untuk wilayah Kalimantan Timur sudah berjalan di jalur yang benar. Saat ini, persiapan administratif telah mencapai tahap akhir.

Dokumen-dokumen krusial seperti paspor dan visa para jemaah sudah diterbitkan. Begitu pula dengan jadwal keberangkatan yang kini hanya tinggal menunggu proses finalisasi. Pemerintah, menurutnya, terus berkomitmen memberikan perlindungan maksimal, baik dari sisi administrasi maupun kesiapsiagaan petugas di lapangan.

Kendati persiapan terus melaju, Mohlis tidak menampik bahwa perkembangan situasi keamanan di Timur Tengah tetap berada dalam radar pantauan pemerintah pusat. Kebijakan pemberangkatan haji disebutnya bersifat adaptif terhadap kondisi keamanan di wilayah tujuan maupun jalur penerbangan.

“Apabila konflik belum reda dan kondisi dinilai tidak memungkinkan, kebijakan tentu bisa menyesuaikan, bahkan berpotensi ditunda seperti pengalaman sebelumnya. Namun, harapan kita bersama situasi segera kondusif sehingga jemaah tetap dapat berangkat tahun ini dengan aman,” jelasnya.

Masyarakat, khususnya calon jemaah haji asal Kalimantan Timur, diminta untuk mempercayakan seluruh proses kepada pemerintah. Mohlis mengingatkan agar jemaah tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak jelas sumbernya dan tetap merujuk pada kanal informasi resmi Kemenhaj.

“Tetaplah tenang dan serahkan prosesnya kepada pemerintah. Mari kita berdoa agar semua berjalan lancar dan jemaah dapat beribadah dengan khusyuk di Tanah Suci,” pungkas Mohlis.(kp/mn)

Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya

Gabung Sekarang
Komentar
Bagikan:

Iklan