Kaltimpedia
Beranda Bontang Bertaruh Nyawa di Tepian Laut, Seorang Remaja di Bontang Terluka Parah Disambar Predator

Bertaruh Nyawa di Tepian Laut, Seorang Remaja di Bontang Terluka Parah Disambar Predator

Ilustrasi (foto AI)

BONTANG – Sore yang tenang di kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanjung Limau mendadak berubah mencekam pada Selasa (24/3/2026). Seorang remaja belasan tahun harus bertaruh nyawa di bawah cengkeraman predator air saat tengah membantu sang ayah memperbaiki kapal milik keluarga.

Peristiwa mengerikan itu terjadi sekitar pukul 15.00 WITA. Tanpa firasat buruk, korban dan ayahnya sedang fokus bekerja di tepian laut, mengencangkan baut dan memoles badan kapal. Mereka tidak menyadari bahwa dari balik air yang tenang, sepasang mata predator telah mengintai.

Daming, seorang warga setempat yang menyaksikan kejadian tersebut, menuturkan bahwa serangan berlangsung sangat cepat dan tak terduga. Buaya yang diperkirakan berukuran dua meter itu muncul secara tiba-tiba dari arah belakang saat korban dalam posisi lengah.

“Anak ini sedang asyik membantu orang tuanya kerja, dia tidak tahu ada buaya mendekat. Tiba-tiba saja langsung disambar dari belakang,” ungkap Daming dengan nada gemetar.

Seketika, suasana sunyi berubah menjadi teriakan histeris. Predator itu langsung menerkam bagian kepala dan leher korban, mencoba menyeretnya ke dalam air.

Di ambang maut, keberanian muncul secara naluriah. Meski dalam kondisi panik dan menahan sakit yang luar biasa, remaja tersebut melakukan perlawanan sengit. Dengan sisa tenaga yang ada, ia nekat menyerang bagian mata buaya menggunakan tangannya.

Upaya nekat itu membuahkan hasil. Gigitan predator yang mengunci lehernya terlepas. Buaya tersebut tampak terkejut dengan perlawanan balik korbannya dan memilih untuk mundur kembali ke kedalaman laut.

Meski berhasil meloloskan diri dari maut, korban mengalami luka robek yang cukup serius di bagian kepala dan leher akibat taring tajam sang predator. Warga yang berada di lokasi langsung bergerak cepat mengevakuasi korban yang sudah bersimbah darah.

“Warga langsung membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif. Lukanya cukup dalam di kepala,” tambah Daming.

Insiden ini kembali menjadi peringatan keras bagi warga pesisir Tanjung Limau. Kehadiran predator di area aktivitas manusia menuntut kewaspadaan ekstra, terutama saat melakukan pekerjaan di tepian air yang kini tak lagi bisa dibilang aman.(kp/mn)

Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya

Gabung Sekarang
Komentar
Bagikan:

Iklan