Kedatangan Penumpang di Pelabuhan Penajam Turun 83 Persen Akibat Jalur Darat IKN
PENAJAM – Kehadiran akses jalan tol fungsional yang menghubungkan Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan Balikpapan membawa dampak besar pada pola pergerakan masyarakat selama masa Lebaran 2026. Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mencatat adanya penurunan arus mudik dan balik yang melintasi jalur penyeberangan laut dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dishub PPU, Habibi, mengungkapkan bahwa operasional tol fungsional tersebut menjadi faktor utama beralihnya minat pengguna jalan, khususnya kendaraan roda empat.
Penurunan Hingga 15 Persen
Berdasarkan data yang dihimpun Dishub PPU selama periode 16 hingga 25 Maret 2026, total keberangkatan penumpang tercatat sebanyak 24.909 orang dengan 20.137 kendaraan. Sementara itu, angka kedatangan mencapai 17.940 penumpang dan 18.056 kendaraan.
Jika dikomparasikan dengan periode yang sama pada tahun 2025, terjadi penurunan sebesar 15,47 persen untuk angka keberangkatan dan 16,37 persen untuk angka kedatangan secara umum di wilayah PPU.
“Secara umum memang ada penurunan. Faktor terbesarnya adalah dibukanya akses tol fungsional IKN-Balikpapan. Kendaraan roda empat yang sebelumnya melewati ferry, sekarang sebagian besar sudah bergeser ke tol,” jelas Habibi di Penajam, Selasa (31/3/2026).
Penurunan paling drastis terlihat di Pelabuhan Ferry Penajam. Jalur yang biasanya menjadi urat nadi utama lintas provinsi ini mengalami penurunan kedatangan penumpang hingga 83,81 persen dibandingkan tahun lalu.
Efisiensi waktu yang ditawarkan jalur darat via tol disinyalir membuat masyarakat lebih memilih menghindari antrean kapal penyeberangan, terutama bagi pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi.
LOGISTIK TETAP BERTAHAN DI JALUR LAUT
Meski arus penumpang dan kendaraan pribadi menurun tajam, sektor logistik dilaporkan relatif stabil. Kendaraan berat seperti truk pengangkut kebutuhan pokok masih mengandalkan jasa penyeberangan ferry sebagai jalur distribusi utama.
“Kalau logistik relatif normal. Kendaraan besar masih tetap lewat ferry karena memang belum diperbolehkan mengakses jalur tol fungsional tersebut,” pungkas Habibi.
Kondisi ini menandai pergeseran arah transportasi di gerbang IKN, di mana pembangunan infrastruktur jalan tol mulai memecah kepadatan yang selama ini bertumpu pada moda transportasi laut di Teluk Balikpapan.(kp/mn)
Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya
Gabung Sekarang



