Andi Harun : Kampung Zakat Diharapkan Mampu Tumbuhkan Motivasi Berzakat

0 1,006

Kaltimpedia.com, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda bersama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Samarinda meresmikan salah satu programnya ialah kampung zakat. Peluncuran ini dilakukan secara resmi oleh Wali Kota Samarinda Andi Harun, pada Selasa sore, (12/04/2022).

Kegiatan ini untuk memasifkan gerakan pengumpulan zakat fitrah, infaq, dan shadaqah di seluruh Kota Tepian. Wilayah yang pertama kali diluncurkan kampung zakat adalah Kelurahan Dadi Mulya bertempat di Masjid Jabal Nur Jalan Wolter Monginsidi.

Menurut Andi Harun adanya kampung zakat diharapkan akan mampu menumbuhkan motivasi dan kesadaran dalam pengumpulan zakat, infaq, dan shadaqah secara maksimal pada tahun ini.

“Di mobilisasinya kesadaran dan motivasi mengumpulkan zakat, membayarkan zakat, beserta infaq dan shadaqah yang dipastikan menjadi trigger bagi terciptanya kemaslahatan sosial. Sehingga bisa berdampak pada pembangunan dan peningkatan kemaslahatan kehidupan umat, terutama bagi warga kota Samarinda,” ungkap Andi.

Selain itu pula, adanya Kampung Zakat ini juga sebagai ajakan kepada masyarakat Tepian agar mampu membayar zakat kepada lembaga resmi. Baznas Samarinda sendiri ialah lembaga resmi yang ditunjuk, dipilih, dan ditetapkan oleh negara melalui Pemkot Samarinda.

“Penyaluran zakatnya Insya Allah benar-benar sesuai yang dituntunkan Al-Qur’an dan hadits, yang tujuan utamanya meneruskan, terciptanya fungsi zakat sebagai pembangunan kemaslahatan sosial,” kata Andi.

Peresmian Program Kampung Zakat Oleh Walikota Samarinda, Andi Harun


Orang nomor satu di Samarinda itu juga ingin, pada tahun ini pengumpulan zakat, infaq dan shadaqah di kalangan pejabat dan aparat sipil negara (ASN) di wilayah Balai Kota dan instansinya, dapat membuat pos pengumpul zakat.

“Di kalangan pejabat dan ASN, yang hampir menyentuh angka kurang lebih 16 ribu orang, termasuk pegawai non-ASN nya. Zakat bagi pejabat, ASN, atau non-ASN di lingkungan Pemkot Samarinda, supaya mobilisasinya masif, kemudian bisa menjaga agar para pembayar zakat, membayar zakat pada lembaga-lembaga resmi. Insya Allah manfaatnya bertahun-tahun dirumuskan terintegrasi dengan program pemerintah, terutama bagi 8 golongan yang ditentukan sebagai penerima zakat oleh Al-Qur’an,” jelas Andi.

Di kesempatan yang sama, Kepala Baznas Samarinda Widyasmoro menerangkan beberapa program yang masuk dalam Kampung Zakat ini. Konsep pendayagunaan zakat di dunia usaha produktif atau Zakat Community Development, seperti toko kelontong yang mustahik (golongan penerima zakat), kita branding dengan pemberian modal dan pendampingan.

“(Para penerima) ada penambal ban atau bengkel motor kecil, kita bantu. Pengusaha laundry kita support, atau budidaya ikan kita juga bantu,” terang Widya.

Program ini memiliki tujuan para umat muslim yang masih tergolong mustahik mampu menjadi muzakki (penyalur zakat). Sehingga kehidupan sosial di masyarakat bisa tumbuh secara bersamaan.

Dalam waktu terdekat, Kampung Zakat tidak hanya ada di Kelurahan Dadi Mulya saja. Namun, akan tersebar di 59 kelurahan di Samarinda. Wali Kota akan memberikan surat edaran kepada tiap camat dan lurah untuk menggalakkan Kampung Zakat.(*)

Editor : Yuliawan

Leave a comment