Belasan Kios PKL di Kawasan Jalan Biola Dibongkar Satpol-PP

0 724

Kaltimpedia.com, Samarinda – Belasan lapak pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Biola dibongkar paksa Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Samarinda dan TNI/Polri, pada Kamis (31/3/2022).


Tampak puluhan petugas gabungan Satpol PP melakukan pembongkaran dengan menggunakan linggis dan gergaji mesin. Anggota Kepolisian dan TNI turut mendatangi lokasi pembongkaran untuk melakukan pengamanan di sekitar wilayah pembongkaran.


Kepala Satpol PP Samarinda, Muhammad Darham, mengatakan pembongkaran dilakukan di daerah ini untuk mengantisipasi banjir dan keluhan warga sekitar. Karena daerah tersebut adalah daerah sekitar perkantoran, sehingga menimbulkan kemacetan yang membuat aktivitas warga sekitar terganggu.


“Jadi akses jalan yang ada ini mengganggu lalu lintas warga yang mau ke rumah ataupun bepergian. Apalagi banyak kantor yang difungsikan jalan ini setiap hari,” katanya.


Ada sekitar 17 kios PKL yang di bongkar oleh petugas Satpol-PP, kata Darham, Pemberitahuan terkait pembongkaran telah di sampaikan ke RT, kelurahan, dan kecamatan.


“Ada 17 kios yang kita selesaikan. Sudah ada pemberitahuan dari tingkat RT sampai ke lurah sampai ke camat. Satpol juga. Hari ini kita selesaikan. Sempat ada permintaan untuk membongkar mandiri. Sudah kita beri batas waktu dari 3 bulan yang lalu,” ungkapnya.


Darham mengatakan, aktivitas kantor yang tinggi di bulan Maret ini membuat sebagian akses jalan tertutupi ditambah dengan adanya PKL yang berjualan di atas parit atau drainase jalan. Dirinya juga menyampaikan, bahwa PKL meminta pembongkaran untuk ditunda hingga habis lebaran.


“Karena ini karena keluhan warga aja dan aktivitas kantor sudah tinggi. Tim bongkar dari PU juga ada bantuan TNI-Polri, DLH, kecamatan, kelurahan juga ada. Dari PUPR juga ada melayangkan surat ke PKL karena di atas drainase, itu sudah lama sekali. Ini PKL lama,” jelasnya.


Perlu diketahui, petugas Satpol-PP yang turun hari ini, dari satpol kurleb 86, ditambah TNI-Polri, ada sekitar 100 petugas yang dikerahkan untuk pembongkaran.


“Kami dari Satpol kurang lebih 86 personel ditambah TNI-Polri. Sekitar 100 orang lah kalo dibulatkan. Ini kan jauh jauh hari kita sudah minta tolong untuk dibongkar mandiri, tapi sampai batas waktu yang ditentukan jam 9 tadi mereka tidak membongkar, akhirnya kami bersihkan oleh DLH,” ujar Darham.


Sementara itu, Lurah Dadi Mulya, Syamsu Alam menjelaskan dari 17 lapak yang dibongkar, 10 lapak sudah kosong tidak ada aktivitas berjualan dalam waktu lama, sedangkan 7 sisanya masih dipakai berjualan.


“Mereka tidak dapat kami carikan solusi berjualan kembali karena memang melanggar aturan. Sedangkan ada satu kepala keluarga yang rumahnya turut dibongkar, harus dipindahkan ke rumah kontrakan lainnya dengan biaya dari Kelurahan dan Kecamatan Samarinda Ulu,” jelas Syamsu Alam.

Penulis: Rahmadani

Editor: Yuliawan

Leave a comment