Kaltimpedia
Beranda Nasional Bidik Nilai Tambah Ekonomi, Menkomdigi Pacu Startup Manfaatkan AI untuk Produktivitas

Bidik Nilai Tambah Ekonomi, Menkomdigi Pacu Startup Manfaatkan AI untuk Produktivitas

Menkomdigi Meutya Hafid saat melihat dari dekat acara kelulusan Program Google for karya-karya inovasi Startups Accelerator di Garuda Spark Innovation Hub Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa (24/02/2026).(Foto: Anhar/Komdigi)

JAKARTA – Pemerintah menegaskan bahwa tingginya tingkat adopsi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) di Indonesia harus segera dikonversi menjadi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan daya saing bangsa. Meski angka adopsi telah mencapai 92 persen, pemanfaatannya untuk menciptakan nilai ekonomi produktif dinilai masih perlu diperluas.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, dalam acara kelulusan program Google for Startups Accelerator di Garuda Spark Innovation Hub, Jakarta Pusat, Selasa (24/02/2026).

Dalam sambutannya, Meutya menyoroti adanya celah antara tingginya penggunaan teknologi dengan kontribusinya terhadap produktivitas. Ia berharap kemunculan startup baru dapat menjadi solusi untuk menutup celah tersebut.

“Walau dengan adopsi AI 92 persen, penggunaan AI untuk produktivitas di Indonesia masih minim. Inilah mengapa hari ini kita berbahagia melihat kelahiran dari startup-startup baru,” ujar Meutya.

Menurutnya, Indonesia memiliki modal besar dengan 2.500 startup aktif yang telah berkontribusi langsung pada ekonomi digital. Ia menekankan bahwa startup bukan sekadar entitas bisnis, melainkan motor penggerak utama ekonomi digital nasional.

Program Google for Startups Accelerator merupakan buah kolaborasi antara Kemkomdigi dan Google Indonesia untuk mempercepat peningkatan keterampilan talenta digital. Dalam satu tahun pertama sejak diluncurkan, program ini telah meluluskan 63 startup, yang terdiri dari 43 startup tahap awal (early stage) dan 20 startup Series A.

Meutya mengajak para lulusan dan pelaku industri untuk melihat potensi pasar dalam negeri yang sangat masif. Saat ini, lebih dari 230 juta jiwa atau sekitar 80,66 persen penduduk Indonesia telah terkoneksi internet.

“Nilai ekonomi digital nasional telah melampaui USD 80 miliar dan diproyeksikan menembus lebih dari USD 130 miliar pada 2025. Pertumbuhan ini didorong inovasi teknologi dan yang paling utama adalah SDM digital Indonesia,” tegasnya.

AMBISI MENJADI HUB INOVASI AI ASEAN

Sebagai langkah nyata memperkuat ekosistem, Kemkomdigi menghadirkan Garuda Spark Innovation Hub. Fasilitas ini dirancang sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan startup berbasis AI dengan perusahaan teknologi global serta modal ventura (venture capital).

Meutya menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin Indonesia hanya sekadar menjadi pasar bagi produk teknologi asing.

“Kita ingin bergerak dari sekadar digital market menjadi AI innovation hub di ASEAN,” pungkas Meutya, mengajak talenta lokal untuk terus berinovasi agar Indonesia mampu melahirkan teknologi AI orisinal yang diakui dunia.(kp/mn)

Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya

Gabung Sekarang
Komentar
Bagikan:

Iklan