Bupati Kukar Jabarkan Visi Kukar Idaman

0 2,366

Kaltimpedia.com, Tenggarong — Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah menghadiri dialog interaktif di RRI Samarinda, di Studio Pro 1 RRI Samarinda pada Senin (15/11/2021). Dengan tema yang dibahas yakni “Mengawal Visi Kukar Idaman.”

Dialog Edi Damansyah dimulai dengan road show 18 kecamatan dalam 100 hari kerjanya pasca pelantikan, yang harus menyesuaikan kondisi Pandemi COVID-19.

Kemudian berkenaan dengan visi Kukar Idaman, Edi menjelaskan ada dua kata kunci yaitu masyarakat yang sejahtera dan bahagia. Artinya, mewujudkan pemenuhan hak-hak dasar masyarakat, seperti pemenuhan air bersih dan listrik.

“Kalau bicara kebijakan listrik, ada kategori desa yang masuk kategori remote area, jalan alternatifnya adalah listrik tenaga surya, seperti di Desa Muara Enggelam,” kata Edi.

Sedangkan mengenai air bersih, belum semua desa di Kukar mendapatkannya. Namun pihaknya berupaya agar setiap desa terjamin kebutuhan air bersih dan memang harus ada konsep pendekatan, secara nasional ada program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas).

“Disana ada kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan akademik,” tambahnya.

Kemudian tentang jalan di Kukar, Edi menyebutkan ada 193 desa, 44 Kelurahan dan 18 Kecamatan. Setidaknya ada 33,1 persen atau sekitar 724,2 km jalan kabupaten yang kondisi jalannya memang rusak dan sekitar 78,66 km rusak berat dan ada 246,19 km jalan provinsi, 335, 9 km jalan nasional.

“Yang menjadi prioritas infrastruktur jalan yang menuju sentra produksi dan jalan menuju objek wisata. Infrastruktur kedua adalah telekomunikasi,” tuturnya.

Kukar kata Edi, tak ingin menjadi penyangga Ibu Kota Negara (IKN) tapi menjadi mitra dalam artian pembangunannya seimbang dan ASN Kukar terbagi ke daerah IKN nantinya.

Sedangkan bidang pertanian di Kukar, dirinya sangat memberikan perhatian khususnya dengan menuntaskan beberapa permasalahan pertanian yang terus dikerjakan.

Sebagai kata kunci disesi akhir dialognya, Edi berharap masyarakat bisa hidup harmoni, penuh dengan ketentraman rasa kebersamaan, kepedulian, gotong royong tidak lepas berlandaskan keimanan dan ketaqwaan untuk masyarakat yang sejahtera.

“Kritik, ingatkan dan berikan masukan untuk kami tidak ada keberhasilan bisa dicapai kerja sendiri tanpa adanya peran serta semua, apalah artinya Edi Damansyah dan Rendi Solihin tanpa semua pemangku kepentingan dan masyarakat saling bersinergi,” katanya mengakhiri. (Dha/Adv)

Leave a comment