Dandim 0909/Kutai Timur Instruksikan Babinsa Bantu Warga dan Monitoring Banjir di Empat Kecamatan Kabupaten Kutai Timur
KUTAI TIMUR — Banjir yang menerjang empat kecamatan di hulu sungai Belayan sebagai anak sungai Mahakam disebabkan intensitas curah hujan tinggi yang mengakibatkan air sungai meluap dan membanjiri daerah sekitar mendapat perhatian dari Personil Kodim 0909/Kutai Timur.
Dandim 0909/Kutai Timur Letkol Arh Ragil Setyo Yulianto mengintruksikan Bintara Pembina Desa (Babinsa) Kodim 0909/Kutai Timur disiagakan untuk melakukan monitoring banjir yang melanda empat kecamatan di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, pada Senin (8/12/2025).
“Monitoring yang dilakukan Babinsa pukul 09:00 Wita, Senin (8/12/3035) menunjukkan banjir terjadi di Kecamatan Muara Wahau, Kecamatan Telen, Kecamatan Kombeng, dan Kecamatan Karangan.” ungkap Letkol Arh Ragil Setyo Yulianto.
Di Kecamatan Muara Wahau, tujuh desa terdampak banjir dengan ketinggian air bervariasi. Desa Muara Wahau menjadi wilayah terparah dengan ketinggian air mencapai 80 hingga 100 sentimeter di perumahan penduduk dan akses jalan keluar kampung. Desa Jak Luay juga terendam dengan ketinggian air 70 hingga 100 sentimeter.
“Sementara itu, Desa Diak Lay, Desa Dabeq, Desa Nehas Liah Bing, dan Desa Long Wehea mengalami genangan dengan ketinggian air antara 20 hingga 40 sentimeter. Di beberapa titik akses jalan, kedalaman air mencapai 30 hingga 60 sentimeter,” terang Dandim 0909/Kutai Timur Letkol Arh Ragil Setyo Yulianto.
Di Kecamatan Telen, lanjutnya, banjir terjadi di Desa Muara Pantun dengan ketinggian air mencapai 50 sentimeter di Jalan KM 3 plasma. Adapun di Kecamatan Karangan, RT 3, RT 4, dan RT 5 Desa Karangan Dalam terendam air setinggi 10 hingga 15 sentimeter.
Kondisi terparah berdasarkan laporan yang disampaikan personilnya terjadi di Kecamatan Kombeng, tepatnya di Dusun 1 dan Dusun 2 Miau Baru. Ketinggian air di halaman rumah warga mencapai 90 hingga 130 sentimeter dan hingga saat pelaporan, air belum surut.
“Hasil monitoring di lapangan menunjukkan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa banjir tersebut. Namun, sebagian pemukiman warga yang berada di pinggir bantaran Sungai Muara Wahau masih tergenang banjir. Akses jalan utama sebagian tergenang, meskipun sebagian masih dapat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat,” paparnya.
Di sebagian besar wilayah terdampak, imbuhnya, air sudah mulai berangsur surut dan warga mulai melakukan pembersihan rumah masing-masing. Namun di Kecamatan Kombeng, genangan masih belum surut.
“Babinsa Kodim 0909/Kutai Timur terus melakukan monitoring perkembangan situasi banjir di wilayah Kabupaten Kutai Timur. Unit Inteldim 0909/Kutai Timur juga bergerak memberikan himbauan kepada masyarakat untuk tetap waspada mengingat saat ini memasuki musim hujan yang berpotensi menimbulkan banjir,” pungkasnya.(Pendim/mn)
Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya
Gabung Sekarang



