Dispora Kukar Capai Target 100 Persen, Klinik WPM Latih 250 Pemuda untuk Mandiri Berwirausaha
KUTAI KARTANEGARA-Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun kemandirian generasi muda melalui pengembangan keterampilan berwirausaha. Melalui program Klinik Wirausaha Pemuda Mandiri (WPM), Dispora Kukar berhasil menuntaskan seluruh agenda pelatihan tahun 2025 dengan capaian 100 persen sesuai rencana kerja.
Kabid Kepemudaan dan Kewirausahaan Dispora Kukar, Dery Wardhana, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan tersebut dan menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan telah terlaksana tanpa hambatan berarti.
“Alhamdulillah, seluruh target yang direncanakan tahun ini tercapai. Program Klinik WPM berjalan sepenuhnya sesuai harapan,” ujar Dery, Selasa (18/11/2025).
Ia mengungkapkan bahwa tingginya antusiasme peserta menjadi salah satu faktor yang mendorong suksesnya program tersebut.
Sepanjang tahun 2025, total 250 peserta mengikuti berbagai jenis pelatihan yang disediakan Dispora Kukar melalui Klinik WPM. Pelatihan tersebut mencakup manajemen usaha, kewirausahaan dasar, pemasaran digital, serta berbagai materi tematik sesuai minat dan kebutuhan pemuda pelaku usaha. Semua materi dirancang agar peserta dapat langsung mempraktikkan strategi yang diperoleh dalam pengembangan usaha mereka.
Selain pelatihan utama, Klinik WPM juga menghadirkan sesi berbagi pengalaman dan diskusi usaha di beberapa kecamatan. Kegiatan tersebut memberikan kesempatan bagi pelaku usaha muda untuk bertukar wawasan, membangun jaringan bisnis, serta mempelajari pengalaman pelaku usaha lainnya. Menurut Dery, aktivitas ini terbukti efektif meningkatkan motivasi dan kreativitas peserta.
Peserta Klinik WPM berasal dari berbagai sektor, mulai dari kriya, kuliner, hingga usaha kreatif modern. Berdasarkan data selama lima tahun terakhir, sektor kuliner masih menjadi sektor paling dominan dengan persentase mencapai sekitar 50 persen.
“Sejak program ini berjalan pada 2020, total peserta yang telah mengikuti Klinik WPM sudah lebih dari 2.000 orang. Ini menunjukkan bahwa minat pemuda untuk terjun ke dunia usaha sangat tinggi,” jelasnya.
Dery berharap program ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat lebih luas bagi pemuda di seluruh kecamatan. Ia menekankan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk mencetak generasi muda yang mandiri, inovatif, dan mampu bersaing dalam dunia usaha.
“Lewat program yang berkelanjutan ini, kami ingin menciptakan pemuda yang kreatif dan berdaya saing tinggi sehingga dapat berkontribusi bagi ekonomi daerah,” pungkasnya.(Adv/disporakukar)
Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya
Gabung Sekarang



