Kaltimpedia
Beranda DISPORA KUKAR Dispora Kukar Prioritaskan Dukungan Berbasis Aktivitas Komunitas untuk Pelestarian Olahraga Tradisional

Dispora Kukar Prioritaskan Dukungan Berbasis Aktivitas Komunitas untuk Pelestarian Olahraga Tradisional

KUTAI KARTANEGARA-Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menegaskan komitmennya dalam menjaga keberlanjutan olahraga tradisional melalui skema dukungan yang menyesuaikan kebutuhan komunitas. Pendekatan ini dilakukan untuk memastikan bantuan yang diberikan benar-benar menyentuh kelompok yang aktif dan konsisten mengembangkan olahraga tradisional di wilayahnya.

Kabid Pembudayaan Olahraga Dispora Kukar, Aji Muhammad Ari Junaidi, menuturkan bahwa pihaknya tidak menerapkan pembagian dukungan berdasarkan wilayah atau kecamatan tertentu. Menurutnya, pola tersebut tidak efektif karena tidak selalu menggambarkan kondisi nyata kegiatan di lapangan.

“Kami memberikan dukungan bukan berdasarkan zonasi. Siapa yang berinisiatif dan memiliki rencana kegiatan, di situlah kami hadir. Prinsip kami: yang bergerak, itulah yang dibantu,” ungkap Ari, Senin (24/11/2025).

Ari menjelaskan bahwa sejumlah daerah tercatat paling sering mendapat dukungan sepanjang tahun ini karena tingkat aktivitas komunitas yang tinggi. Loa Kulu, Loa Janan, Tenggarong, Loa Ipuh Darat, hingga Sungai Bawang tercatat rutin menyelenggarakan event olahraga tradisional, bahkan beberapa di antaranya menghadirkan partisipasi langsung dari Bupati Kukar.

Menurut Ari, sumber daya pemerintah yang terbatas menuntut adanya prioritas dalam pemberian fasilitas. Karena itu, pendekatan berbasis permohonan dinilai paling adil dan tepat sasaran.

“Kami tidak mungkin membagi anggaran secara merata ke seluruh wilayah karena keterbatasan. Skema berbasis permohonan lebih cocok karena menggambarkan keseriusan komunitas dalam menjaga olahraga tradisional,” tegasnya.

Dispora Kukar biasanya memberikan dukungan berupa penyediaan hadiah lomba, doorprize, atau kebutuhan teknis lainnya. Menurut Ari, fasilitas tersebut menjadi penggerak partisipasi masyarakat dan dapat menghidupkan kembali tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.

“Pemberian hadiah dan doorprize itu bukan sekadar formalitas. Tujuannya untuk menambah semangat masyarakat, supaya kegiatan semakin ramai dan olahraga tradisional tetap hidup,” tambahnya.

Ia menggarisbawahi bahwa keberlangsungan olahraga tradisional tidak hanya bergantung pada pemerintah. Peran komunitas, kelompok budaya, serta inisiatif masyarakat menjadi unsur utama dalam menghidupkan kembali identitas lokal.

“Kunci utamanya ada pada komunitas. Kami siap bersinergi, namun semangat dan keberlanjutan harus datang dari masyarakat sendiri. Dengan kolaborasi, olahraga tradisional akan tetap menjadi kekuatan budaya Kukar,” pungkas Ari.(ADV/disporakukar)

Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya

Gabung Sekarang
Komentar
Bagikan:

Iklan