DPRD Kaltim Tegaskan Peran Pengawas di Tengah Euforia Capaian Pembangunan
Kaltimpedia.com, Samarinda – Capaian pembangunan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) yang telah mencapai 69 persen hingga akhir Juli 2025 mendapat apresiasi sekaligus catatan penting dari DPRD Kaltim. Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis, menegaskan bahwa fungsi pengawasan legislatif harus terus diperkuat untuk memastikan program pembangunan tepat sasaran.
“Angka ini layak diapresiasi, tetapi yang lebih penting adalah memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. DPRD hadir untuk mengawal, bukan melaksanakan,” ujar Ananda dalam Rapat Paripurna DPRD Kaltim, Senin (28/7/2025).
Ia menekankan, keberhasilan pembangunan tak cukup diukur dari capaian fisik atau serapan anggaran semata. Dampak nyata bagi warga menjadi tolok ukur utama. Salah satu contoh yang disorot adalah program Gratispol dengan anggaran sekitar Rp185 miliar. Meski dinilai mencerminkan sinergi pusat dan daerah, pengawasan ketat tetap diperlukan agar tidak terjadi penyimpangan.
“Anggaran besar berarti tanggung jawab besar. Kita harus pastikan manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat,” tegasnya.
Ananda juga mengingatkan pentingnya keselarasan antara RPJMD Kaltim 2025–2030 dan agenda pembangunan nasional Astacita. Namun, ia menekankan agar pemerintah tidak mengabaikan kebutuhan spesifik daerah, terutama di bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur dasar, dan ekonomi kerakyatan.
DPRD, lanjutnya, akan memaksimalkan fungsi legislasi dan pengawasan, khususnya dalam pembahasan serta evaluasi APBD Perubahan 2025.
“Kami bukan bagian dari eksekusi program. Posisi kami adalah pengawas dan penyalur aspirasi masyarakat. Prinsip ini harus dijaga agar pembangunan tetap berada di jalur yang benar,” pungkasnya.
(DPRDKaltim/Adv/AH)
Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya
Gabung Sekarang



