Fokus Tuntaskan Tiga Tugas Utama, Disdikbud Kutim Kejar Target SPM
Kaltimpedia, Kutai Timur – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur menetapkan skala prioritas dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya.
Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, mengungkapkan bahwa instansinya fokus pada tiga pilar utama: Standar Pelayanan Minimal (SPM), peningkatan rapor pendidikan, dan penyuksesan 10 program unggulan Bupati. Ketiga hal ini menjadi tolok ukur keberhasilan pembangunan pendidikan di daerah.
Terkait SPM, Disdikbud memikul tanggung jawab untuk memenuhi 15 poin standar pelayanan yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
Capaian ini berkaitan langsung dengan kualitas layanan dasar yang diterima masyarakat, mulai dari aksesibilitas sekolah hingga kualitas sarana prasarana.
Sejauh ini, pemenuhan SPM terus didorong agar grafik layanan pendidikan di Kutai Timur tetap berada di jalur positif.
”Intinya Disdikbud itu sebenarnya punya tiga tugas utama. Pertama adalah bagaimana kita bisa mencapai 15 Standar Pelayanan Minimal (SPM). Kemudian yang kedua, kita punya rapor pendidikan yang harus selalu meningkat menjadi lebih baik,” jelas Mulyono.
Pilar kedua adalah rapor pendidikan, sebuah platform yang memotret kualitas pendidikan secara komprehensif.
Disdikbud berupaya agar skor rapor pendidikan Kutai Timur setiap tahunnya mengalami tren kenaikan.
Hal ini dicapai melalui berbagai intervensi, termasuk peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan digital dan penguatan metode pembelajaran literasi di sekolah-sekolah.
Sementara itu, dari 50 program unggulan Bupati Kutai Timur, 10 program di antaranya berada di bawah kewenangan langsung Disdikbud.
Program-program tersebut mencakup beasiswa, pembenahan infrastruktur, hingga digitalisasi sekolah.
Mulyono menegaskan bahwa keberhasilan mengeksekusi 10 program ini akan berdampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat dan kualitas sumber daya manusia di Kutim.
”Kita menyukseskan 50 program unggulan bupati, yang mana 10 di antaranya ada di dinas pendidikan. Itulah yang kita dorong kuat. Kalau tiga tugas ini terselesaikan, saya kira secara umum tupoksi Disdikbud sudah berjalan,” tambahnya lagi.
Mengenai pembangunan fisik, Disdikbud tetap melakukan penyesuaian anggaran.
Untuk pembangunan sekolah baru, diperkirakan baru akan dieksekusi pada tahun depan, sementara tahun ini fokus pada rehabilitasi gedung dan penambahan Ruang Kelas Baru (RKB).
Beberapa wilayah seperti Gunung-Gunung sudah masuk dalam rencana pembangunan sekolah baru tahun depan karena keterbatasan waktu di anggaran perubahan tahun ini.
Dengan konsistensi pada tiga tugas utama tersebut, Disdikbud optimis masa depan pendidikan di Kutai Timur akan semakin cerah.
Sinergi antara pemenuhan standar dasar, peningkatan kualitas rapor, dan program inovasi daerah diharapkan menciptakan sistem pendidikan yang inklusif dan modern.
Semua pihak di Disdikbud kini bergerak serentak untuk memastikan target-target tersebut tercapai tepat waktu.
”Tahun ini untuk pembangunan sekolah baru di perubahan tidak mungkin karena waktu. Tapi kalau rehab atau RKB ada. Contoh kayak di Gunung-Gunung itu mungkin tahun depan sudah bisa kita eksekusi pembangunannya,” tutup Mulyono. (ADV)
Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya
Gabung Sekarang



