Kaltimpedia
Beranda Balikpapan Gakeslab Kaltim Apresiasi Digelarnya Indohealthcare Gakeslab Expo 2025 di Jakarta

Gakeslab Kaltim Apresiasi Digelarnya Indohealthcare Gakeslab Expo 2025 di Jakarta

Lukman Hakim, Ketua Gakeslab Kaltim.

BALIKPAPAN — Perkumpulan Organisasi Perusahaan Alat-Alat Kesehatan dan Laboratorium (Gakeslab) Kalimantan Timur sangat mengapresiasi dilaksanakannya Indohealthcare Gakeslab Expo 2025, sebuah pameran internasional di bidang kesehatan yang akan diselenggarakan pada 6–8 Agustus 2025 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta diselenggarakan Krista Exhibitions bekerja sama dengan Gakeslab Indonesia.

Ketua Gakeslab Kaltim Lukman Hakim menyatakan bahwa pameran ini sangat bermanfaat bagi dunia kesehatan untuk mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya tentang industri kesehatan yang terus berkembang pesat.

“Saya berharap rekan-rekan Gakeslab daerah memanfaatkan pameran ini sebagai sarana pertemuan antara produsen dengan agen dan pengguna. Karena disini akan berkumpul para produsen alat-alat kesehatan dari berbagai negara,” jelas Lukman Hakim di sela-sela rapat internal Gakeslab di Balikpapan, Jum’at, (1/8/2025).

Industri alat kesehatan (alkes) nasional mencatatkan pertumbuhan signifikan dalam lima tahun terakhir. Dari sisi penggunaan, produk lokal kini menguasai sekitar 48% pasar dalam negeri, melonjak tajam dari hanya 12% pada 2019. Di saat yang sama, ekspor alkes Indonesia telah menembus angka Rp 4,6 triliun atau setara dengan USD 273 juta pada 2024.

Lonjakan ini tak lepas dari semakin kuatnya ekosistem industri dalam negeri yang kini dihuni oleh 812 produsen alkes dan 5.661 distributor resmi yang tersebar di berbagai daerah. Selain itu, sektor teknologi kesehatan digital atau connected healthcare juga mencatat pertumbuhan pesat, dengan estimasi nilai pasar mencapai USD 880 juta pada 2025, tumbuh dengan CAGR 28%.

Menurut Lukman Hakim Pameran ini akan menjadi ajang pertemuan strategis berbagai pemangku kepentingan sektor kesehatan, termasuk produsen alat kesehatan, rumah sakit, lembaga riset, distributor, akademisi, hingga regulator.

“Info dari rekan panitia lebih dari 60 perusahaan dari 12 negara akan ambil bagian dalam acara ini, antara lain dari Tiongkok, Jepang, Jerman, Turki, Amerika Serikat, hingga Mesir. Semoga tahun-tahun mendatang Gakeslab Kaltim sebagaimana penyelengara acara seperti ini di Ibukota Nusantara,” jelas Lukman penuh antusias.

Pihak panitia ujar Lukman akan menghadirkan platform kolaboratif yang mempertemukan pelaku industri dengan stakeholder utama melalui skema Business to Business (B2B), Business to Hospital (B2H), hingga Business to Academy (B2A).

Sementara itu CEO Krista Exhibitions, Daud D. Salim sebagai penyelenggara pameran menjelaskan Pameran ini tidak hanya soal transaksi jual beli, tetapi juga pembangunan ekosistem yang tangguh dan berdaya saing global.

“Salah satu sorotan utama pameran adalah sesi Business Matching yang mempertemukan langsung Satuan kerja rumah sakit pemerintah dan swasta dengan penyedia barang dan jasa, mempercepat proses pengadaan yang efisien dan tepat guna.” ujar Daud D. Salim, di Jakarta, Rabu (30/7/2025) seperti release yang dikirim.

Pameran ini juga akan dirangkaikan dengan sejumlah acara penting seperti Rakernas Gakeslab Indonesia 2025, yang akan menjadi forum konsolidasi pengurus pusat dan daerah organisasi. Selain itu, terdapat juga seminar nasional, workshop edukatif, dan desk consultation regulasi peralatan kesehatan yang terbuka bagi peserta pameran dan pengunjung umum.

Ketua Umum Gakeslab Indonesia, Rd. Kartono Dwidjosewojo, menyampaikan bahwa rangkaian acara tersebut diharapkan memperkuat kapabilitas industri lokal serta meningkatkan pemahaman terhadap regulasi nasional dan internasional di bidang alat kesehatan.

Rd. Kartono Dwidjosewojo, Ketua Umum Gakeslab Indonesia.

“Melalui berbagai sesi workshop dan seminar, kami ingin mendorong pelaku usaha, khususnya UMKM, agar mampu menembus pasar ekspor. Salah satunya melalui seminar ‘UMKM Bisa Ekspor’ bersama Kementerian Perdagangan,” ujar Kartono.

Sesi edukatif lain juga akan menghadirkan pembahasan mendalam terkait regulasi seperti CDAKB, IDAK, CPAKB, NIE, dan KFA. Tak kalah menarik, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran juga akan memberikan kontribusi akademik melalui seminar bertema “The Importance of Caries Prevention for Children’s Growth and Development”.

Dukungan terhadap acara ini datang dari berbagai pihak, termasuk Kementerian Kesehatan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Selain itu, asosiasi profesi dan fasilitas kesehatan seperti IDI, ARSADA, dan PERSI juga turut mendukung pelaksanaan acara.

“Kami percaya kolaborasi multi-sektor adalah kunci untuk memperkuat kemandirian dan ketahanan sistem kesehatan nasional,” imbuh Daud.

Pameran terbuka untuk pelaku industri, pengelola rumah sakit, institusi pendidikan, tenaga medis, hingga masyarakat umum yang ingin mengetahui lebih jauh perkembangan terkini di bidang alat kesehatan dan teknologi kesehatan digital.

Dengan target 15.000 pengunjung selama tiga hari penyelenggaraan, Indohealthcare Gakeslab Expo 2025 diharapkan menjadi katalisator pertumbuhan sektor kesehatan nasional dan membuka peluang investasi baru di tengah dinamika global pascapandemi.

“Melalui Indo healthcare Gakeslab Expo 2025, Krista Exhibitions dan GAKESLAB INDONESIA berharap dapat memperkuat kolaborasi multi sektor, memperluas jejaring usaha, serta membuka peluang investasi baru di sektor kesehatan yang semakin strategis dalam pembangunan nasional.” pungkas Rd. Kartono Dwidjosewojo.(kp/mn)

Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya

Gabung Sekarang
Komentar
Bagikan:

Iklan