Kaltimpedia
Beranda Balikpapan Kaderisasi Dewan Hakim MTQ di Kalimantan Timur Berjalan, Jauhar Efendi: Wajah-Wajah Muda Mewarnai

Kaderisasi Dewan Hakim MTQ di Kalimantan Timur Berjalan, Jauhar Efendi: Wajah-Wajah Muda Mewarnai

Direktur Penerangan Agama Islam (Penais) Kementerian Agama RI, Muchlis Muhammad Hanafi, saat memberikan arahan.(foto: hms lptq kaltim)

BALIKPAPAN – Kualitas penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) di Kalimantan Timur dipastikan akan semakin meningkat. Hal ini menyusul langkah strategis Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kaltim yang menggelar Sertifikasi Calon Dewan Hakim MTQ/STQH tingkat provinsi di Swiss-Belhotel Balikpapan, 9-11 Januari 2026.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini diikuti oleh 120 peserta dari 9 kabupaten/kota se-Kaltim. Mereka terbagi dalam sembilan bidang kompetensi utama, mulai dari Tilawah, Qira’at, Tahfidz, Tafsir, hingga Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ).

Acara ini dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim sekaligus Ketua LPTQ Kaltim, Sri Wahyuni. Hadir pula memberikan arahan strategis, Direktur Penerangan Agama Islam (Penais) Kementerian Agama RI, Muchlis Muhammad Hanafi.

Dalam arahannya, Muchlis memberikan perumpamaan yang sangat mendalam. Ia menyebut dewan hakim adalah “jantungnya” MTQ. Menurutnya, kesuksesan sebuah musabaqah sangat bergantung pada objektivitas orang-orang yang memberikan nilai.

“Dewan hakim bukan hanya harus memiliki kompetensi teknis, tapi juga integritas, moral Qur’ani, dan keberanian menjaga keadilan. Penting untuk diingat, dewan hakim harus siap diaudit, bukan hanya oleh dewan pengawas, tetapi juga oleh publik secara terbuka,” tegas Muchlis Muhammad Hanafi.

Ia mewanti-wanti, jika proses rekrutmen dewan hakim tidak didasarkan pada kompetensi, maka MTQ berisiko kehilangan makna hakikinya dan sekadar menjadi ajang duniawi semata.

Ketua LPTQ Kaltim, Sri Wahyuni, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para narasumber nasional yang hadir, seperti Prof. Dr. H. Darwis Hude yang memberikan materi secara daring.

“Terima kasih kepada seluruh peserta. Bapak dan Ibu adalah bagian penting dalam mewujudkan generasi emas, generasi Qur’ani di Kalimantan Timur,” ujar Sri Wahyuni optimis.

Wakil Ketua I LPTQ Kaltim, Abdul Kholiq, yang juga Kakanwil Kemenag Kaltim, melaporkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan standarisasi kualitas hakim, baik di level kabupaten/kota maupun provinsi.

“Penyelenggaraan sertifikasi ini tidak main-main. Peserta melewati rangkaian uji kompetensi yang ketat dimulai dari Pre-test untuk mengukur kemampuan awal sesuai bidang masing-masing. Setelah itu baru diberikan Pembekalan dengan materi intensif dari narasumber Dewan Hakim tingkat Nasional, kemudian dilanjutkan dengan simulasi praktik penilaian langsung menggunakan sistem digital (e-scoring), dan penutup dilakukan uji kompetensi akhir sebagai penentu kelayakan sebagai calon dewan hakim.” jelas Abdul Khaliq.

Senada dengan itu, saat menutup rangkaian acara pada Minggu (11/1), Wakil Ketua III LPTQ Kaltim, Jauhar Efendi, mengungkapkan rasa bangganya terhadap komposisi peserta. Ia melihat banyak wajah muda yang sebelumnya merupakan mantan peserta lomba MTQ/STQH.

“Ini menandakan proses pengkaderan dewan hakim di Kaltim berjalan dengan sangat baik. Ilmu yang dibagikan oleh para hakim nasional selama tiga hari ini diharapkan menjadi bekal kuat untuk melahirkan keadilan di atas panggung musabaqah,” pungkas Jauhar yang ditandai dengan penekanan sirine tanda berakhirnya acara.(kp/mn)

Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya

Gabung Sekarang
Komentar
Bagikan:

Iklan