Kaltimpedia
Beranda Kalimantan Timur Kaltim Targetkan Serapan Anggaran 93%, Gratispol Jadi Fokus Utama

Kaltim Targetkan Serapan Anggaran 93%, Gratispol Jadi Fokus Utama

Samarinda – Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), H. Rudy Mas’ud, secara tegas menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Kaltim untuk segera mempercepat penyerapan anggaran secara maksimal.

Instruksi mendesak ini dikeluarkan mengingat waktu yang tersisa hanya tinggal satu bulan pasca-penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2025.

​Gubernur Rudy, sapaan akrabnya, menekankan bahwa penyerapan anggaran yang cepat dan tepat bukan sekadar pencapaian administratif, tetapi merupakan kunci agar manfaat program dapat segera dirasakan oleh masyarakat secara luas.

​”Waktu yang tersisa hanya tinggal satu bulan, karena baru saja selesai untuk APBD Perubahan. Dan semua OPD-OPD kita ingatkan untuk segera melakukan penyerapan anggaran,” ujar Gubernur Rudy (23/11/2025).

Pihaknya terus mendorong OPD yang masih mencatat capaian rendah atau mendapat ‘rapor merah’ dalam serapan anggaran dari tahun sebelumnya untuk segera bekerja secara maksimal. Gubernur Rudy menegaskan pentingnya upaya keras ini.

“Kita dorong agar bisa menyerap anggaran agar langsung bisa dirasakan manfaatnya kepada masyarakat kita,” tuturnya.

​Dalam upaya memotivasi OPD mencapai target penyerapan yang ketat, Gubernur Rudy menegaskan adanya penerapan sistem penghargaan (award) dan sanksi (punishment) yang jelas.

“Target penyerapan yang ditetapkan untuk tahun ini diperkirakan mencapai 93%,” katanya.

Salah satu bentuk punishment yang paling tegas bagi OPD yang tidak mencapai target penyerapan adalah pengurangan alokasi anggaran pada tahun berikutnya. Kebijakan ini diberlakukan untuk menumbuhkan budaya kerja yang lebih efektif dan efisien di tubuh birokrasi Kaltim.

​”Kita memberikan award dan punishment untuk OPD-OPD. Yang tidak mencapai targetnya, tentu akan ada punishment-nya. Salah satu punishment-nya adalah akan pengurangan anggaran di OPD tersebut di tahun berikutnya,” tegasnya.

Rudy berharap kebijakan ini menjadi dorongan serius bagi OPD untuk segera merealisasikan semua program yang telah direncanakan.

​Gubernur menyebutkan bahwa salah satu program utama yang menjadi fokus percepatan dan diharapkan segera terserap adalah Program Gratispol yang dialokasikan untuk sektor pendidikan, khususnya di beberapa universitas.

Program ini, yang mencakup perguruan tinggi negeri, kini sudah berjalan dan memerlukan akselerasi penyelesaian administrasi. Sementara itu, program di perguruan tinggi swasta (PTS) masih dalam proses aktivasi rekening dan diupayakan segera tuntas agar manfaatnya segera diterima mahasiswa.

Saat ini, Gubernur Rudy mencatat bahwa rata-rata kinerja fisik di seluruh OPD masih berkisar 70%, sementara target yang ditetapkan adalah 80%. Ia memberi kesempatan satu minggu kepada OPD untuk segera mengejar ketertinggalan tersebut dan memastikan semua tahapan fisik dan administrasi diselesaikan.

“Kita biarkan mereka (OPD) bekerja. Kita tunggu minggu depan, mudah-mudahan bisa segera terealisasi. Kecepatan penyerapan ini adalah cerminan kesiapan kita dalam melayani masyarakat,” tutup Rudy.

Diakhir dirinya menekankan bahwa percepatan ini adalah kunci keberhasilan dari sebuah pemerintahan.(ct/ADV/Diskominfo)

Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya

Gabung Sekarang
Komentar
Bagikan:

Iklan