Komisi IV DPRD Kaltim: Pertumbuhan Penduduk karena Imigrasi Picu Masalah Pendidikan
Kaltimpedia.com, Samarinda – Sekretaris Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Darlis Pattolongi, mengungkapkan bahwa tingginya angka anak tidak bersekolah di wilayahnya bukan hanya disebabkan oleh faktor ekonomi atau kurangnya fasilitas pendidikan, tetapi juga dipengaruhi oleh dinamika demografis, khususnya imigrasi.
Darlis menyoroti bahwa Kalimantan Timur sebagai provinsi dengan pendapatan tinggi telah menjadi magnet bagi pencari kerja dari berbagai daerah di Indonesia. Namun, tidak semua pendatang yang datang berhasil meningkatkan taraf hidupnya, bahkan sebagian justru menambah jumlah penduduk miskin.
“Berbeda dengan provinsi di Jawa, di mana pertumbuhan penduduk utamanya karena faktor kelahiran dan kematian, di Kaltim justru didominasi oleh migrasi. Dan ini punya implikasi serius,” katanya.
Ia menjelaskan, faktor imigrasi bersifat fluktuatif dan sering kali tidak dibarengi dengan kesiapan ekonomi dan sosial dari para pendatang. Akibatnya, keluarga dengan kondisi ekonomi lemah pun bertambah, yang berdampak langsung pada minimnya akses pendidikan bagi anak-anak mereka.
“Orang datang ke Kaltim mencari peluang, tapi ketika gagal, mereka tidak punya cukup daya dukung. Anak-anak mereka yang kemudian tidak bisa mengakses pendidikan formal menjadi korban dari kondisi ini,” jelasnya.
Darlis mengutip data dari Kemendikbud yang mencatat tingginya jumlah anak yang belum pernah mengenyam bangku sekolah di Kalimantan Timur sebagai indikator nyata dampak negatif dari pertumbuhan penduduk berbasis imigrasi.
“Sifat imigrasi ini berbeda. Mereka datang sewaktu-waktu, dan belum tentu siap secara sosial dan ekonomi. Ini yang perlu jadi perhatian,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, Darlis menegaskan perlunya intervensi kebijakan yang tidak hanya fokus pada infrastruktur pendidikan, tetapi juga pada penanganan sosial bagi keluarga imigran yang kurang mampu.
“Kalau kita ingin menurunkan angka anak tidak sekolah, kita harus pahami dulu bahwa penyebabnya tidak tunggal. Imigrasi adalah salah satu kunci yang perlu ditangani dengan serius,” pungkasnya.
(DPRDKaltim/Adv/AH)
Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya
Gabung Sekarang



