Kormi Kukar Soroti Pesatnya Perkembangan Olahraga Rekreasi, Dorong Tata Kelola Lebih Terstruktur
KUTAI KARTANEGARA-Ketua Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (Kormi) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Lukman, menilai perkembangan olahraga masyarakat di Kukar menunjukkan pertumbuhan yang sangat cepat dalam beberapa tahun terakhir. Fenomena maraknya lomba mancing, catur, dan beragam aktivitas rekreasi lainnya menjadi bukti bahwa olahraga berbasis komunitas semakin diminati warga.
Lukman menegaskan bahwa olahraga masyarakat tidak hanya berfungsi sebagai hobi, tetapi juga memiliki nilai budaya yang kuat. Tradisi yang terus dilakukan lintas generasi tersebut, menurutnya, memiliki potensi besar untuk melahirkan prestasi apabila dikelola secara profesional.
“Olahraga masyarakat itu lahir dari kebiasaan turun-temurun. Ketika sudah menjadi budaya, di situlah prestasi bisa tumbuh,” jelasnya.
Ia mengungkapkan selama lima tahun terakhir agenda olahraga rekreasi berkembang begitu pesat hingga membuat dirinya sering kewalahan menghadiri undangan berbagai kegiatan. Banyaknya komunitas dan kelompok yang menggelar lomba, terutama mancing, menunjukkan besarnya kecintaan masyarakat terhadap kegiatan rekreasi.
“Hampir setiap Sabtu dan Minggu ada saja undangan lomba mancing. Antusias masyarakat memang luar biasa, dan ini menjadi indikasi perkembangan olahraga rekreasi di Kukar,” ujarnya.
Menurut Lukman, sejumlah cabang olahraga rekreasi awalnya hanya berangkat dari hobi sederhana. Namun seiring berkembangnya komunitas, banyak yang kemudian membentuk organisasi resmi di bawah Kormi. Salah satu yang berkembang pesat ialah komunitas pemancing, yang kini berada di bawah naungan APRI (Asosiasi Permancingan Indonesia).
“Kegiatan mancing itu tumbuh dari hobi. Komunitasnya makin banyak dan akhirnya terbentuklah organisasi resminya. Di Kukar pun sudah ada kepengurusannya,” ungkapnya.
Meski perkembangan olahraga rekreasi sangat menggembirakan, Lukman menekankan pentingnya tata kelola administrasi yang rapi. Pendataan atlet, komunitas, serta agenda kegiatan harus dilakukan secara sistematis agar pembinaan berjalan efektif.
“Sekarang tidak bisa lagi bergerak tanpa data. Semua harus terorganisir, mulai dari jumlah atlet, komunitas, hingga kalender kegiatan. Ini penting supaya pembinaan bisa lebih terarah,” tegasnya.
Ia menilai forum dan organisasi di bawah Kormi memiliki peran besar untuk mengubah aktivitas rekreasi yang dulunya sekadar hobi menjadi kegiatan yang lebih profesional tanpa menghilangkan unsur kebersamaan dan kekeluargaan yang menjadi ciri khas olahraga masyarakat.
“Forum yang ada harus mampu membawa aktivitas masyarakat ini menjadi lebih bernilai dan berdampak. Pengelolaan administrasi yang baik adalah kuncinya,” pungkas Lukman.(adv/disporakukar)
Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya
Gabung Sekarang



