MBG Dorong Ekonomi Kaltim, Ciptakan Lapangan Kerja Baru
Samarinda – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh pemerintah pusat tidak hanya menyentuh aspek peningkatan gizi dan kesehatan masyarakat, tetapi juga mulai menunjukkan dampak positif yang signifikan terhadap stabilitas dan pertumbuhan perekonomian di Kalimantan Timur (Kaltim).
Program ini secara efektif mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal dan, yang paling penting, menciptakan gelombang peluang kerja baru, khususnya di sektor-sektor primer seperti pertanian, peternakan, perikanan, dan industri pengolahan pangan lokal.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kaltim, Rozani Erawan, menegaskan bahwa MBG telah bertindak sebagai katalisator dalam pembentukan rantai pasok (supply chain) yang lebih dinamis dan terintegrasi di seluruh wilayah Kaltim.
Program ini menciptakan permintaan bahan baku pangan dalam jumlah besar dan berkelanjutan.
“Program strategis seperti MBG secara fundamental membuat roda ekonomi lokal bergerak. Pergerakan ini dimulai dari hulu, yaitu produksi bahan pangan mentah, hingga ke hilir, yaitu distribusi dan penyajian makanan yang siap dikonsumsi. Secara langsung, ini berarti lapangan kerja baru terbuka lebih luas,” jelas Rozani (26/11/2025).
Rozani Erawan menyoroti bahwa sektor pertanian, peternakan, dan industri pengolahan pangan menjadi area yang paling merasakan dampak langsung dari kebutuhan Program MBG.
Permintaan yang stabil dan terjamin dari program pemerintah ini memberikan kepastian pasar bagi pelaku usaha lokal.
Kepastian tersebut memungkinkan para petani dan peternak untuk memperluas kapasitas produksi para petani tanpa khawatir hasil panen atau ternak tidak terserap.
”Dengan adanya permintaan yang terencana dan stabil, para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di bidang pengolahan pangan dapat meningkatkan operasional mereka, yang pada gilirannya mendorong kebutuhan akan tenaga kerja tambahan,” tambahnya.
Hal ini menciptakan efek berantai yang sehat, dari ladang hingga meja makan, melibatkan juru masak, transporter, hingga pengemas makanan.
Pemerintah Provinsi Kaltim memiliki target kuat untuk terus menurunkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di daerah. Data terbaru TPT Kaltim hingga Agustus 2024 masih tercatat di angka 5,14 persen.
Rozani Erawan menyatakan optimismenya bahwa program-program berbasis permintaan domestik yang masif seperti MBG akan menjadi faktor kontributif penting dalam mencapai target penurunan angka pengangguran di tahun-tahun mendatang.
“MBG bukan hanya kewajiban sosial untuk meningkatkan gizi anak-anak dan masyarakat rentan. Lebih dari itu, program ini adalah instrumen kebijakan ekonomi yang efektif untuk memacu pertumbuhan ekonomi lokal, memastikan perputaran uang di daerah, dan tentu saja, membuka lapangan kerja baru bagi lulusan baru maupun pekerja yang terdampak PHK,” tegasnya.
Pihaknya berharap agar mekanisme pengadaan bahan baku dalam MBG dapat memprioritaskan hasil bumi dan produk olahan dari koperasi serta kelompok usaha tani lokal, sehingga efek pengganda (multiplier effect) ekonomi dapat maksimal dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat Kaltim.
Kesempatan ini juga digunakan untuk mendorong sertifikasi dan standardisasi produk lokal agar memenuhi kriteria program pemerintah, sekaligus meningkatkan kualitas daya saing mereka di pasar yang lebih luas.
“Harapan kami, program MBG ini dapat menjadi pendorong signifikan yang tidak hanya menjamin masa depan generasi penerus Kaltim yang sehat dan cerdas, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan dan kesempatan kerja secara permanen di seluruh Kalimantan Timur,” pungkas Rozani.
Diakhir dirinya, menutup pernyataannya dengan pesan bahwa pembangunan manusia dan pembangunan ekonomi adalah dua sisi mata uang yang harus berjalan beriringan.(ct/ADV/Diskominfo)
Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya
Gabung Sekarang



