Memahami Logika Saat Bermain Bridge, 72 Tahun GABSI Berdiri di Indonesia
GABSI atau Gabungan Bridge Seluruh Indonesia memperingati hari jadinya setiap 12 Desember, yang juga ditetapkan sebagai Hari Bridge Nasional. Organisasi induk olahraga bridge di Indonesia ini pertama kali didirikan pada 12 Desember 1953 di Surabaya oleh perwira TNI AL Willy Th. Roring bersama rekan-rekannya.
Pada masa awal, GABSI hanya beranggotakan Gabungan Bridge Surabaya sebelum meluas ke berbagai kota di Jawa dan kemudian ke luar Jawa.
Bridge diperkirakan masuk ke Indonesia sejak era kolonial Belanda pada 1880-an. Setelah GABSI berdiri, keanggotaan mulai berkembang dengan bergabungnya klub-klub dari Malang, Jember, Banyuwangi, Kediri, Madiun, hingga Jombang.
Perluasan ke luar Jawa dimulai saat Willy Roring bertugas di Makassar pada 1954–1956, ketika Gabungan Bridge Makassar resmi menjadi anggota pertama dari luar Jawa. Kini, organisasi bridge telah hadir hampir di seluruh provinsi.
Sebagai induk resmi olahraga bridge, GABSI berada di bawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI). GABSI juga tergabung dalam South East Asia Bridge Federation (SEABF), Asia Pacific Bridge Federation (APBF), serta World Bridge Federation (WBF).
Peringatan Hari Bridge Nasional setiap 12 Desember diwujudkan melalui penyelenggaraan Turnamen Hari Bridge Nasional (HBN). Turnamen ini dilaksanakan serentak di berbagai kota menggunakan sistem permainan kartu yang sama, mengadopsi konsep The Worldwide Bridge Contest yang digelar World Bridge Federation sejak 1986. Indonesia mulai mengadopsi format tersebut pada 1998. Pada masa pandemi, turnamen pernah digelar secara daring melalui Bridge Base Online, dan beberapa kali diadakan secara hybrid.
Sejak pertama kali diselenggarakan, turnamen HBN melahirkan berbagai juara dari berbagai daerah. Pada 1998, gelar juara diraih pasangan Bintang Taufik Hidayat – Ludfi Nuryono (Yogyakarta) untuk arah utara–selatan, dan Muzar Daud – Mansyur Djamal (Sumbar) untuk arah timur–barat.
Pada tahun-tahun berikutnya, pemenang datang dari berbagai provinsi seperti Sumatera Utara, Jawa Timur, Sulawesi Utara, DKI Jakarta dan Kalimantan. Sejumlah turnamen terakhir tercatat digelar pada 2020 dan 2022, termasuk edisi daring oleh komunitas bridge.
Dalam rangka memperingati ulang tahun ke-72 GABSI, penulis dan pemerhati bridge Bert Toar Polii menerbitkan buku Modern Bridge Convention. Buku tersebut telah naik cetak dan dapat dipesan langsung melalui penulis.
Salah satu testimoni datang dari Jos Jacobs, bulletin editor WBF/EBL/GABSI, yang menilai buku tersebut menekankan pentingnya memahami logika permainan bridge sebagai dasar menjadi pemain yang baik.(kp)
Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya
Gabung Sekarang



