Menembus Sunyi Pedalaman, Jalan Tering–Ujoh Bilang Siap Dibangun
Kaltimpedia.com, Samarinda – Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Ekti Imanuel, menegaskan bahwa pembangunan jalan penghubung Kecamatan Tering, Kutai Barat, menuju Ujoh Bilang, Mahakam Ulu, menjadi langkah strategis membuka keterisolasian daerah perbatasan.
Proyek jalan sepanjang 28,175 kilometer dengan konstruksi rigid beton ini sudah melewati tahap perencanaan dan kini memasuki fase pelaksanaan. Pemerintah Provinsi Kaltim telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp206 miliar dari APBD Murni 2025 untuk mendukung pengerjaan infrastruktur tersebut.
“Pekerjaan sudah dalam proses. Tender sudah berjalan, dan beberapa segmen akan segera dikerjakan. Saat ini persiapan sudah sekitar 80 persen,” ujar Ekti di Samarinda, baru-baru ini.
Ia menjelaskan, kondisi geografis Mahakam Ulu yang bergantung pada transportasi Sungai Mahakam kerap menyulitkan mobilitas masyarakat. Dari lima kecamatan, 46 kampung berada di bantaran sungai, membuat aktivitas warga terhambat saat banjir maupun saat air surut.
“Masyarakat Mahulu sangat tergantung Sungai Mahakam. Kalau air pasang, banjir. Kalau surut, akses mereka terganggu. Akibatnya harga barang, terutama di Long Pahangai dan Long Apari, sering melambung,” jelasnya.
Jalan Tering–Ujoh Bilang akan dibangun dalam empat segmen. Segmen pertama dan kedua masing-masing menelan biaya Rp53 miliar, sedangkan segmen ketiga dan keempat masing-masing Rp50 miliar. Secara keseluruhan, panjang jalan yang direncanakan mencapai 136 kilometer, menjadikannya salah satu proyek jalan darat terbesar di wilayah tersebut.
Pembangunan dilakukan melalui skema pembiayaan kolaboratif. Pemerintah pusat menangani ruas 0–10 km dan 41–117 km melalui APBN, Pemprov Kaltim membiayai ruas 10–41 km lewat APBD, sementara Pemkab Mahakam Ulu mengerjakan ruas 117–136 km.
Ekti menilai, selain membuka akses darat, proyek ini akan memperkuat ketahanan ekonomi di wilayah 3T (tertinggal, terluar, terdepan). “Komitmen Pemprov Kaltim membuka isolasi Mahakam Ulu patut diapresiasi. DPRD akan terus mengawal agar proyek ini selesai tepat waktu, karena manfaatnya akan langsung dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Ia menutup pernyataannya dengan optimisme bahwa akses darat akan mempercepat pemerataan pembangunan serta menekan harga kebutuhan pokok di pedalaman.
(DPRDKaltim/Adv/AH)
Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya
Gabung Sekarang



