Kaltimpedia
Beranda Nasional Menkomdigi Meutya Hafid: “Peserta Magang Komdigi Harus Berani Jatuh-Bangun Demi Mental yang Kuat”

Menkomdigi Meutya Hafid: “Peserta Magang Komdigi Harus Berani Jatuh-Bangun Demi Mental yang Kuat”

Peserta Magang Nasional di lingkungan Kementerian Komdigi di Jakarta Pusat, Jumat (13/02/2026).(Foto: Anhar/Komdigi)

JAKARTA – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, resmi menyiapkan 302 peserta Program Magang Nasional di lingkungan Kementerian Komdigi sebagai garda terdepan talenta digital Indonesia. Program ini bertujuan melahirkan SDM yang cakap dalam kecerdasan artifisial (AI) serta mampu menjaga keamanan ruang siber nasional.

Inisiatif ini merupakan tindak lanjut dari visi Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) digital guna menghadapi transformasi teknologi dan kebutuhan industri nasional.

Dalam Town Hall Meeting yang digelar di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Jumat (13/2/2026), Meutya menegaskan bahwa program ini jauh dari kesan administratif belaka. Para peserta magang diberdayakan untuk terlibat langsung dalam agenda strategis kementerian.

“Ini bukan program seremonial. Anak-anak magang ini harus diberdayakan sesuai kemampuannya masing-masing. Mereka bahkan sudah dilibatkan dalam kerja nyata, seperti mengkaji awal rancangan Peraturan Menteri (Permen). Ini menunjukkan kepercayaan besar kami kepada mereka,” tegas Meutya.

Para peserta tersebar di berbagai unit krusial, mulai dari Sekretariat Jenderal, Ditjen Infrastruktur Digital, Ditjen Teknologi Pemerintah Digital, Ditjen Pengawasan Ruang Digital, hingga BAKTI dan LPP RRI.

Meutya mendorong generasi muda, khususnya Gen Z, untuk menguasai teknologi AI secara mendalam dan tidak hanya menyentuh permukaan. Menurutnya, pemanfaatan AI harus diarahkan untuk meningkatkan produktivitas dan nilai tambah ekonomi agar Indonesia mampu bersaing secara global.

Selain penguasaan teknologi, ia menekankan peran penting talenta muda dalam menjaga ruang digital dari ancaman hoaks, penipuan daring, dan serangan siber yang terus meningkat. “Talenta muda harus mampu menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar pengguna,” tambahnya.

Menariknya, Meutya juga menyoroti aspek ketangguhan mental bagi generasi muda di era digital. Mengutip buku The Anxious Generation karya Jonathan Haidt, ia mengingatkan bahwa tekanan di ruang digital menuntut mentalitas yang kuat.

Melalui masa magang ini, Kementerian Komdigi berharap 302 talenta terpilih dapat membangun kapasitas dan karakter yang berani, sehingga siap menjadi motor penggerak transformasi digital Indonesia di masa depan.

“Anak-anak muda harus pernah ditegur, pernah gagal, pernah jatuh. Itu bagian dari proses tumbuh. Tidak apa-apa jatuh-bangun di fase magang di Komdigi ini, itu akan membuat kalian lebih kuat,” pungkas Meutya seraya berpesan kepada para peserta.(rls/mn)

Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya

Gabung Sekarang
Komentar
Bagikan:

Iklan