Kaltimpedia
Beranda Paser Nestapa Lansia Tanpa Identitas di Long Ikis yang Menanti Uluran Tangan

Nestapa Lansia Tanpa Identitas di Long Ikis yang Menanti Uluran Tangan

PASER – Di tengah hiruk-pikuk persiapan berbuka puasa di Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Paser, seorang perempuan lanjut usia tampak melangkah tanpa arah. Kakinya menyusuri jalanan dari desa ke desa, berpindah dari satu teras ke teras lainnya. Namun, di balik langkah letihnya, tersimpan sebuah misteri besar: tidak ada yang tahu siapa namanya, dan dari mana ia berasal.

Keberadaan lansia tanpa identitas ini memicu keprihatinan mendalam bagi para relawan sosial di wilayah tersebut. Jamrun, seorang penggiat sosial di Long Ikis, mengungkapkan bahwa perempuan malang tersebut sudah cukup lama terlihat mondar-mandir di wilayahnya.

Upaya untuk mengenali sosok sang ibu telah dilakukan dengan berbagai cara. Para relawan telah mengunggah foto dan ciri-cirinya ke berbagai platform media sosial, berharap ada keluarga yang merasa kehilangan. Namun, hingga Rabu (11/3/2026), belum ada satu pun kabar baik yang menghampiri.

“Ibu ini sepertinya orang terlantar. Kami tidak tahu namanya, apalagi alamat asalnya. Kondisi detailnya, apakah ada gangguan jiwa atau tidak, kami belum bisa pastikan, namun yang jelas beliau tidak bisa diajak berkomunikasi,” tutur Jamrun dengan nada prihatin.

Ikhtiar relawan terbentur kendala, bukannya tanpa upaya, Jamrun bersama rekan-rekan dari DPC Rentan Kabupaten Paser, pemerintah desa, dan relawan lainnya telah mencoba melakukan langkah pengamanan. Koordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Paser pun sebenarnya membuahkan hasil; sebuah tempat telah disediakan di Panti Bulau Sayang, Tanah Grogot.

Namun, sebuah drama pilu terjadi beberapa waktu lalu. Saat sang ibu sudah diamankan di Polsek Long Ikis dan menunggu jemputan petugas Trantib Kabupaten, waktu terus berputar hingga azan Maghrib berkumandang. Penjemputan yang dinanti dari Dinas Sosial Kabupaten Paser tak kunjung datang, dan tanpa konfirmasi hingga saat ini.

“Hingga menjelang buka puasa, tidak ada yang menjemput. Akhirnya, karena kami selaku relawan memiliki keterbatasan dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi, sang ibu terpaksa kami biarkan kembali berkeliaran,” ungkap Jamrun lirih.

MENGETUK PINTU SOLUSI di IBU KOTA PROVINSI KALTIM

Enggan menyerah pada keadaan, Jamrun kini mencoba mencari jalan lain. Ia menaruh harapan besar pada sinergi kemanusiaan melalui rekan-rekan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Timur. Harapannya sederhana namun bermakna besar: agar persoalan ini sampai ke telinga pemangku kebijakan yang lebih luas.

Jamrun berharap, melalui publikasi dan koordinasi yang lebih kuat, lansia tersebut bisa difasilitasi untuk mendapatkan perawatan yang layak di panti sosial di Samarinda yang dimiliki Dinas Sosial ProvinsiKalimantanTimur. Ia yakin, di balik kebisuan sang ibu, ada hak untuk hidup layak dan terlindungi yang harus dipenuhi oleh negara dan sesama.

Kini, perempuan tua itu masih berada di jalanan wilayah kecamatan Long Ikis. Menunggu sebuah keajaiban bernama kepedulian, agar ia tak lagi harus tidur berbantalkan aspal dan berselimut angin malam dalam ketidakpastian.(mn)

Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya

Gabung Sekarang
Komentar
Bagikan:

Iklan