Kaltimpedia
Beranda Kalimantan Timur PAD Kaltim Digenjot PLTS dan Olah Sampah, Sekda: Infrastruktur Disiapkan Bertahap

PAD Kaltim Digenjot PLTS dan Olah Sampah, Sekda: Infrastruktur Disiapkan Bertahap

Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) secara proaktif mengambil langkah tegas untuk menggeser paradigma perekonomiannya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kaltim, Sri Wahyuni, mengumumkan adanya minat investasi yang kuat di sektor energi baru terbarukan (EBT), menandakan dimulainya era baru diversifikasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) di luar sektor sumber daya alam (SDA) tradisional.

Penguatan ini dilakukan seiring dengan jaminan keberlanjutan dukungan terhadap pelaku usaha mikro.

​Sri Wahyuni mengungkapkan bahwa Kaltim telah menarik perhatian serius dari investor EBT global yang melihat potensi besar di wilayah ini.

“Ada investor yang berminat membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai sumber energi terbarukan. Bahkan ada juga yang ingin mengembangkan pemanfaatan sampah menjadi energi,” ujar Sri (2/12/2025).

Menurutnya, potensi masuknya dana dari sektor EBT ini adalah sinyal positif bagi masa depan fiskal Kaltim, menciptakan sumber pemasukan yang lebih stabil, berkelanjutan, dan selaras dengan visi pembangunan hijau.

​Peluang ini dipandang Sekda sebagai katalisator utama untuk menggerakkan mesin ekonomi baru yang tidak terikat pada fluktuasi harga komoditas tambang.

Meskipun nilai dan detail investor masih dirahasiakan, Sekda memastikan Pemprov akan menindaklanjuti minat tersebut dengan proses yang terstruktur dan serius.

Namun, ia menekankan bahwa pengembangan EBT adalah proses yang membutuhkan waktu. Keterbatasan daya, suplai energi, dan penyiapan infrastruktur pendukung yang memadai masih menjadi tantangan yang memerlukan penataan secara bertahap.

Sri menegaskan, Pemprov akan mengambil langkah yang realistis dan terukur, tidak instan, demi memastikan pondasi transisi energi yang kokoh. Di sisi lain, Pemprov Kaltim tetap teguh pada komitmennya terhadap ekonomi kerakyatan.

“Dukungan terhadap Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dipastikan berlanjut melalui program JosPol dalam APBD 2026,” tegas Sri Wahyuni.

Sri Wahyuni menjamin bahwa meskipun APBD mengalami penyesuaian signifikan akibat kondisi fiskal yang lebih ketat, alokasi untuk UMKM akan tetap dijaga.

“UMKM tetap menjadi bagian dari Jos Pol. Walaupun besaran anggarannya tidak sama seperti tahun sebelumnya, tetap kita jagakan agar roda ekonomi masyarakat kecil tetap bergerak dan berdaya,” katanya.

Sri Wahyuni menutup dengan keyakinan bahwa kombinasi antara investasi EBT yang bersifat struktural dan penguatan UMKM yang bersifat bottom-up akan menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan di Kaltim.

Strategi diversifikasi PAD melalui energi hijau ini diharapkan mampu memberikan dampak positif jangka panjang, sekaligus memperkuat posisi Kaltim sebagai wilayah penyangga IKN yang berkomitmen pada pembangunan ramah lingkungan.(ct/ADV/Diskominfo)

Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya

Gabung Sekarang
Komentar
Bagikan:

Iklan