Kaltimpedia
Beranda Nasional Pantau Arus Mudik 2026, Kemkomdigi Operasikan Dashboard Monitoring Real-Time

Pantau Arus Mudik 2026, Kemkomdigi Operasikan Dashboard Monitoring Real-Time

Menkomdigi Meutya Hafid menyampaikan paparan terkait persiapan Idul Fitri 2026 dalam Rapat Tingkat Menteri di Kantor Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Kamis (12/02/2026).(Foto: Pey HS/Komdigi)

JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) resmi menyiapkan pengamanan digital nasional untuk mengawal kelancaran arus mudik Ramadan dan Idulfitri 1447 H/2026. Fokus utama pengamanan kali ini mencakup penguatan kualitas jaringan, keselamatan transportasi, hingga perlindungan masyarakat dari kejahatan siber di jalur mudik.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa infrastruktur telekomunikasi merupakan tulang punggung mobilitas publik saat ini.

“Setiap Ramadan dan Idul Fitri, trafik telekomunikasi meningkat signifikan. Kesiapan infrastruktur digital harus terintegrasi dengan kesiapan transportasi dan keselamatan publik secara keseluruhan,” ujar Meutya usai Rapat Koordinasi Lintas Kementerian di Kantor Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Kamis (12/2/2026).

Untuk periode siaga yang ditetapkan mulai 15 hingga 29 Maret 2026, Kemkomdigi mengerahkan 386 posko siaga di seluruh Indonesia. Kekuatan ini terdiri dari: 5 Posko Utama, Dukungan operator seluler dan gerai layanan, 35 Unit Pelaksana Teknis (UPT) di 35 provinsi yang bersiaga 24 jam non-stop.

Kemkomdigi juga mengoperasikan dashboard monitoring terpadu. Sistem ini mampu memantau kepadatan arus lalu lintas secara fisik sekaligus kualitas sinyal seluler secara real-time. Data ini akan digunakan lintas lembaga untuk mendeteksi titik macet (bottleneck) baik di jalan raya maupun pada trafik data.

Target Kecepatan Internet dan Keselamatan Transportasi
Belajar dari pengalaman Nataru 2025/2026, Kemkomdigi berhasil menjaga rata-rata kecepatan unduh di angka 80 Mbps, melonjak tajam dibanding Lebaran 2025 yang hanya 44,75 Mbps.

“Target kami, masyarakat tetap bisa lancar melakukan video call, mengakses peta digital, hingga transaksi daring tanpa hambatan,” tambah Meutya.

Selain urusan sinyal ponsel, Kemkomdigi memperketat pengawasan spektrum frekuensi guna menjamin keselamatan penerbangan dan kereta api, termasuk Kereta Cepat Whoosh. Langkah mitigasi ini dilakukan guna mencegah terulangnya interferensi frekuensi yang sempat terjadi pada masa libur Nataru lalu.

WASPADA PENIPUAN ‘FAKE BTS’ di TITIK MACET

Salah satu poin krusial yang ditekankan Menkomdigi adalah ancaman Fake BTS. Perangkat pemancar ilegal ini biasanya beroperasi di dalam kendaraan boks yang menyasar titik kemacetan untuk mengirimkan pesan penipuan ke ponsel pemudik.

Pemerintah juga memastikan layanan darurat 112 tetap aktif sepanjang masa mudik sebagai jalur cepat bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan darurat di perjalanan.

“Masyarakat perlu waspada terhadap pesan mencurigakan yang mengatasnamakan lembaga resmi. Kami terus meningkatkan patroli siber untuk mengantisipasi modus ini,” tegasnya.(rls/mn)

Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya

Gabung Sekarang
Komentar
Bagikan:

Iklan