Pemprov Kaltim Pacu Serapan Anggaran di Ujung Tahun
Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mempercepat realisasi belanja daerah menjelang penutupan tahun anggaran 2025. Hingga 31 Oktober, serapan anggaran telah mencapai 71 persen, naik signifikan dibanding periode yang sama tahun lalu.
Sekretaris Daerah Kaltim, Sri Wahyuni, mengatakan peningkatan tersebut mencerminkan perbaikan kinerja perangkat daerah dalam pelaksanaan program dan kegiatan.
“Pendapatan daerah kita sudah 77 persen, dana transfer dari pusat 69 persen. Secara keseluruhan realisasi anggaran rata-rata 71 persen,” ujar Sri (9/11/2025).
Ia menuturkan, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) telah mencatat serapan di atas 80 persen, meski sebagian masih tertinggal.
“Pekan lalu posisinya baru 60 persen, sekarang melonjak ke 71 persen. Tahun lalu capaian serupa baru terjadi pada November,” kata dia.
Pemerintah provinsi, lanjut Sri, mendorong percepatan pencairan dana melalui penyederhanaan mekanisme administrasi. Kegiatan yang tidak wajib melalui proses Ganti Uang diarahkan memakai skema Tambahan Uang agar pelaksanaan di lapangan tidak tertunda.
“Kami ingin kegiatan langsung berjalan tanpa menunggu proses panjang di administrasi,” ujarnya.
Dari hasil evaluasi terakhir, lima OPD masuk kategori hijau atau dengan serapan tinggi, sementara kategori biru ditargetkan menembus 89 persen hingga akhir tahun. Namun, masih ada sekitar 27 OPD yang berada di kategori merah dengan serapan di bawah 60 persen.
“Kami akan memberi perhatian khusus bagi OPD yang progresnya lambat. Waktu kita terbatas,” kata Sri.
Pemprov Kaltim menargetkan serapan anggaran mencapai 94 persen pada akhir Desember. Menurut Sri, percepatan ini menjadi momentum pembenahan tata kelola keuangan daerah.
“Kuncinya koordinasi dan disiplin pelaksanaan program,” tandasnya.(ct/ADV/Diskominfo)
Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya
Gabung Sekarang



