Penuhi Undangan Bawaslu, Andi Harun dan Afif Rayhan Bantah Adanya Pelanggaran Pemilu

0 1,875

Kaltimpedia.com, Samarinda – Menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024, pertarungan politik kian memanas. Hal ini terlihat dengan dilakukannya berbagai macam intrik politik oleh politisi-politisi untuk meraih suara tertinggi pada pemilu yang akan terselenggara pada Februari mendatang.

Begitupun yang sedang ramai di Kota Samarinda. Yang mana sebelumnya, telah beredar rekaman suara berinisial ND, yang diduga adalah Wali Kota Samarinda, Andi Harun, berpidato sambil mengenalkan salah satu calon legislatif Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Provinsi Kaltim. Rekaman ini diambil saat pertemuan Refleksi Akhir Tahun bersama Ketua-Ketua RT di Kota Samarinda.

Melihat hal tersebut, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) segera mengambil tindakan dengan memanggil yang bersangkutan dalam video tersebut. Dimana, Anggota Komisi I DPRD Samarinda Andi Muhammad Afif Rayhan Harun memenuhi undangan pemanggilan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Rabu (24/01/2024).

Kehadirannya ke kantor Bawaslu itu, untuk mengklarifikasi terkait dugaan pelanggaran pemilu, pada saat acara refleksi akhir tahun Pemkot Samarinda, bersama seluruh Ketua RT di Plenary Convention Hall, GOR AWS tanggal 23 Desember 2023 lalu.

Kepada awak media, Afif Reyhan Harun proaktif dalam proses undangan dari Bawaslu Kota Samarinda.

“Kehadiran saya dalam rangka
Memenuhi undangan agenda klarifikasi,” katanya seusai melakukan mediasi bersama Bawaslu Samarinda.

Klarifikasi ini, terkait kehadiran dalam agenda refleksi akhir tahun pemkot Samarinda. Belasan pertanyaan mesti dijawab anak kandung Wali Kota Samarinda, Andi Harun.
Dirinya menampik atas pemberitaan yang sedang beredar di masyarakat, atas adanya dugaan pelanggaran pemilu yang dilakukannya.

“Saya merasa tidak melakukan pelanggaran. Saya di undang sebagai anggota DPRD Komisi 1 oleh Pemkot Samarinda,” imbuh Afif sapaan akrabnya.

Sebelumnya, Wali Kota Samarinda, Andi Harun, juga telah mendatangi kantor Bawaslu Kota Samarinda, pada Senin (22/01/2024) sore.

Andi Harun mengatakan kedatangannya ini sebagai inisiatif sendiri untuk mengklarifikasi isu miring tentang dugaan mobilisasi Ketua Rukun Tetangga (RT) di Samarinda mendukung anaknya sebagai calon legislatif (Caleg) DPRD Kaltim.

“Saya datang memenuhi panggilan Bawaslu atas inisiatif. Setelah satu hari berita itu beredar di media sosial, saya meminta bantuan untuk menghubungi Bawaslu agar saya di panggil karena berita itu terkait dengan pelaksanaan pemilu,” katanya.

Sebagai kepala daerah, Andi Harun berpendapat bahwa edukasi di bidang hukum pemilu seharusnya diberikan tanpa harus menunggu panggilan resmi dari Bawaslu.

“Saya meminta untuk dilayangkan surat resmi untuk panggilan kepada saya sehingga permasalahan ini menjadi terang duduk persoalannya dan menjadi klarifikasi resmi,” ucapnya.

Dimana, Andi Harun menyatakan dirinya siap mengambil tanggung jawab paling depan terkait video tersebut karena ia merasa dirinya dan anaknya menjadi korban dari fitnah politik.

“Tadi kurang lebih hampir satu jam, Bawaslu telah memberikan beberapa pertanyaan kepada saya,” ucapnya.

Andi Harun menjelaskan video yang menjadi viral di media sosial itu merupakan potongan dari kegiatan refleksi akhir tahun yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Samarinda pada akhir Desember 2023 lalu.

“Materi kegiatan refleksi akhir tahun itu berisi tiga program pemerintah, yaitu pengendalian banjir dan pembangunan infrastruktur, tata kota, serta pembangunan dan pengembangan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, dikonfirmasi Ketua Bawaslu Samarinda, Abdul Muin mengatakan pihaknya hanya meminta penjelasan untuk mendalami apa yang terjadi pada saat kejadian tersebut.

“Kami belum bisa menjelaskan apakah ada dugaan pelanggaran karena masih mendalami. Nanti baru bisa kami melakukan penilain terkait apa ada dugaan pelanggaran pemilu di sana,” terangnya.

Karena video dua menit yang beredar tersebut memerlukan berbagai informasi dari berbagai pihak, tidak menutup kemungkinan pihaknya bakal memanggil Ketua RT dan LPM yang hadir saat agenda refleksi tersebut.

“LPM dan RT mungkin bisa kita lakukan pemanggilan dalam rangka mendapatkan informasi yang utuh,” pungkasnya.

Leave a comment