Percepatan SPPG Kaltim: Komitmen Pemprov Penuhi Gizi Masyarakat dan Tekan Angka Stunting
Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menegaskan komitmennya untuk mengakselerasi pembangunan 371 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh wilayah Benua Etam.
Langkah strategis ini merupakan bagian integral dari upaya Pemprov Kaltim untuk menyukseskan Program Prioritas Presiden, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dimana, percepatan pembangunan SPPG ini bertujuan utama untuk memastikan kebutuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah, terpenuhi secara merata dan berkelanjutan.
SPPG ini didesain sebagai dapur-dapur gizi yang akan beroperasi di tingkat lokal untuk memproduksi dan mendistribusikan makanan bergizi setiap hari.
Pendamping Koordinator Regional Badan Gizi Nasional (BGN) wilayah Kaltim, Sirajul Amin, dalam keterangannya mengungkapkan bahwa hingga Oktober 2025, sebanyak 55 SPPG di Kaltim telah beroperasi.
”Jadi sampai Oktober 2025 ini, sebanyak 55 SPPG di Kaltim telah beroperasi dan puluhan SPPG ini telah melayani lebih dari 131.000 penerima manfaat setiap harinya,” ungkap Sirajul.
Data ini secara jelas menunjukkan untuk percepatan pembangunaan SPPG ini sangat diperlukan, agar program yang sudah berjalan dapat beroprasi secara maksimal, sekaligus menekankan urgensi percepatan pembangunan sisa SPPG lainnya agar manfaat gizi gratis segera dirasakan oleh masyarakat luas.
Komitmen percepatan ini diperkuat melalui Rapat Koordinasi (Rakor) terbaru yang melibatkan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), BGN, serta perwakilan Satgas dan Koordinator Wilayah Kabupaten/Kota se-Kaltim yang dilakukan secara daring.
Dalam Rakor tersebut, Sirajul mengungkapkan bahwa pentingnya kolaborasi lintas sektor, dimana pemerintah tidak dapat berjalan sendiri, tapi harus memerlukan dukungan penuh dan pastisipasi dari dunia usaha atau investor.
”Percepatannya tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Kami memerlukan dukungan penuh dan partisipasi aktif dari dunia usaha untuk memastikan program gizi gratis ini berjalan secara merata dan berkelanjutan,” jelas Sirajul (8/11/2025).
Sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan sektor swasta diharapkan dapat menjadi kunci untuk menuntaskan target 371 SPPG.
Program Makan Bergizi Gratis memiliki tujuan ganda yaitu tidak hanya berfokus pada peningkatan asupan gizi anak sekolah, tetapi juga menjadi instrumen vital dalam menekan angka stunting serta memperkuat ketahanan pangan lokal di Kalimantan Timur.
”Kami berharap langkah ini bisa mempercepat proses pengelolaan SPPG sehingga program MBG dapat menjangkau lebih banyak masyarakat di Kaltim, memberikan dampak kesehatan yang signifikan, dan mendorong peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi seimbang,” tutup Sirajul.
Dengan percepatan SPPG ini, Pemprov Kaltim menargetkan terwujudnya generasi muda yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi.(ct/ADV/Diskominfo)
Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya
Join now



