Kaltimpedia
Beranda Kaltara Perkuat Hubungan Bilateral, Indonesia-Malaysia Gelar Rakor Lintas Batas di Long Nawang

Perkuat Hubungan Bilateral, Indonesia-Malaysia Gelar Rakor Lintas Batas di Long Nawang

Rakor Lintas Negara Digelar di Long Nawang, Bahas Penguatan Kawasan Perbatasan.

MALINAU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara bersama Pemerintah Kabupaten Malinau dijadwalkan menggelar rapat koordinasi (Rakor) lintas negara di Long Nawang, Kecamatan Kayan Hulu, Rabu (25/3/2026). Pertemuan strategis ini bertujuan memperkuat kerja sama di kawasan perbatasan serta membahas isu-isu krusial antara Indonesia dan Malaysia.

Forum ini dirancang sebagai wadah koordinasi untuk membahas percepatan pembangunan infrastruktur, penguatan hubungan sosial, hingga pelestarian budaya masyarakat yang hidup di beranda depan kedua negara.

Kepala Adat Besar Apau Kayan, Ibau Ala, mengonfirmasi bahwa sejumlah pejabat tinggi dari kedua negara dijadwalkan hadir dalam agenda tersebut.

Dari sisi Indonesia, pertemuan akan dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Kalimantan Utara, Ingkong Ala, dan Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, beserta jajaran unsur pemerintah daerah dan tokoh masyarakat. Sementara itu, delegasi Malaysia akan dipimpin oleh Wakil Menteri Digital, Wilson Uga Anak Kumbong, yang membawa rombongan dari Sarawak termasuk perwakilan komunitas setempat.

Menurut Ibau, pertemuan ini memiliki nilai historis yang dalam bagi masyarakat perbatasan.

“Ini bukan sekadar pertemuan formal, tetapi momentum untuk memperkuat hubungan sosial dan kerja sama yang sudah terjalin lama. Masyarakat Dayak di kedua negara sejatinya berasal dari satu rumpun yang telah hidup berdampingan secara turun-temurun,” ujar Ibau Ala, Senin (23/3/2026).

Salah satu agenda utama yang menjadi sorotan dalam rakor ini adalah percepatan pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN), khususnya dari sisi Malaysia. Infrastruktur ini dinilai menjadi kunci utama untuk melegalkan mobilitas masyarakat serta menjadi motor penggerak ekonomi kawasan terpencil seperti Apau Kayan.

“Keberadaan PLBN sangat dibutuhkan masyarakat perbatasan. Kami berharap ada komitmen nyata agar pembangunan infrastruktur ini bisa segera direalisasikan,” tegas Ibau.

Selain isu fisik, pertemuan ini diharapkan menghasilkan kesepakatan konkret yang mendorong pembangunan berkelanjutan. Masyarakat di wilayah perbatasan menaruh harapan besar agar kolaborasi lintas negara ini tidak berhenti pada tataran wacana, melainkan berlanjut pada langkah nyata yang membuat kawasan perbatasan lebih terhubung dan sejahtera.(kp/mn)

Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya

Gabung Sekarang
Komentar
Bagikan:

Iklan