Petugas Haji Harus Beri Manfaat Layanan Nyata Kepada Jamaah
JAKARTA – Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo, memberikan instruksi tegas kepada para calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) untuk mengubah pola pikir dalam melayani tamu Allah. Ia menekankan bahwa tugas petugas haji tahun ini harus bergeser dari sekadar send services (mengirimkan layanan) menjadi deliver services (menghadirkan layanan secara nyata).
Penegasan tersebut disampaikan Puji di hadapan para peserta Diklat PPIH hari ke-5 yang sedang menjalani pembekalan intensif di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji bukan sekadar kerja administratif. Menurut Puji, keberhasilan haji tidak lagi diukur dari tuntasnya laporan administratif, melainkan dari sejauh mana jemaah merasakan kehadiran petugas saat mereka membutuhkan bantuan.
“PPIH harus memastikan jemaah terlayani dengan baik sesuai tugas masing-masing. Pekerjaan bukan hanya selesai, tetapi apa yang diberikan benar-benar memiliki nilai dan manfaat bagi jemaah. Jemaah harus merasa puas dan terlindungi,” tegas Puji Raharjo.
Ia menambahkan bahwa sosok petugas yang ideal adalah mereka yang responsif, empatik, dan profesional dalam menangani segala aspek, mulai dari akomodasi, transportasi, kesehatan, hingga perlindungan jemaah di tanah suci.
Selain kesiapan SDM, Puji juga memaparkan perkembangan persiapan infrastruktur di Arab Saudi yang saat ini telah berjalan sesuai rencana (on the track). Salah satu terobosan penting tahun ini adalah peningkatan standar ruang akomodasi jemaah.
Jika sebelumnya setiap jemaah hanya mendapatkan ruang seluas 0,8 meter persegi, pada musim haji 2026 ini, ruang gerak jemaah ditambah menjadi menjadi sekitar 1 meter persegi per orang pada musim haji 2026 ini. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan jemaah selama beristirahat di maktab.
Puji mengaku optimistis melihat semangat para peserta diklat yang mengikuti pelatihan fisik dan materi dengan disiplin tinggi, termasuk latihan baris-berbaris untuk membangun kerja tim dan soliditas.
“Tanggung jawab kita adalah tanggung jawab atas nama bangsa Indonesia. Saya melihat petugas disiapkan dengan serius. Saya sangat mengapresiasi semangat peserta yang mampu membangun kebersamaan dan kerja tim,” ujarnya.
Menutup arahannya, Dirjen mengingatkan bahwa melayani jemaah haji adalah tugas mulia karena mereka adalah tamu Allah. Kepekaan dan kecepatan dalam menyelesaikan persoalan di lapangan menjadi kunci utama agar indeks kepuasan jemaah tetap terjaga.(rls/mn)
Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya
Gabung Sekarang



