PWI Kaltim Utus Dua Pengurus Ikuti Kongres Persatuan PWI 2025, Berlangsung di BPPTIK Komdigi Kota Jababeka
CIKARANG – Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) hadiri Kongres Persatuan PWI yang berlangsung di Gedung Serbaguna BPPTIK Jalan Sekolah Hijau Kav No.2 Kota Jababeka Bekasi, Jum’at-Sabtu (29-30/8/2025).
Dipimpin Ketua PWI Kaltim Abdulrahman Amin langsung bertolak dari Samarinda menggunakan pesawat Garuda, Kamis siang (28/8/2025) dari bandara APT Pranoto Samarinda didampingi sekretaris PWI Kaltim Ahmad Shahab.

Di daftar panitia tampak hadir juga sebagaimana peninjau dari PWI Kaltim antara lain Muhammad Heldiyanur (Bendahara), Wiwid Marhaendra Wijaya (Wakil Ketua Bidang Organisasi), Felanan G. Mustari (Wakil Ketua Bidang Pendidikan), Sardiman (Wakil Bendahara II), dan Rusdiansyah Aras (Anggota Dewan Kehormatan PWI Kaltim).
Ketua Dewan Kehormatan (DK) PWI Provinsi Kaltim Intoniswan menyampaikan dirinya tidak dapat hadir langsung karena ada kegiatan lain yang tidak bisa ditinggalkan. “Saya minta pak Rusdiansyah Aras mewakili DK Kaltim pada Kongres Persatuan PWI, karena ini acara penting pemegang kekuasaan tertinggi organisasi,” jelasnya.
Into berharap pelaksanaan kongres Persatuan PWI berjalan lancar sehingga bisa memilih ketua umum PWI dan Dewan Kehormatan yang memiliki legitimasi, dapat mengembalikan murwah dan martabat PWI sebagai organisasi pers terbesar di Indonesia.

Pelaksanaan Kongres akan dimulai dengan kegiatan Pra Kongres yang digelar Jum’at malam berlangsung di Gedung Serbaguna BPPTIK Komdigi Jababeka.
Sesuai rundown yang diterima media ini agenda pra kongres akan diisi penjelasan Organizing Committee (OC) yang akan menyampaikan selayang pandang kongres Persatuan, Steering Committee (SC) memimpin Sidang Pra-Kongres, dilakukan penandatanganan 3 Pakta Integritas oleh SC dan OC; semua Ketua PWI Propinsi; dan calon ketua umum dan calon ketua Dewan Kehormatan.
SOUND DI RUANG PENINJAU JELEK

Peserta Kongres yang bisa masuk ke ruang utama hanya 2 perwakilan setiap provinsi yang namanya telah terdaftar, sedangkan peninjau ditempatkan di satu ruangan dengan layar monitor lebar.
Namun sangat disayangkan soundsystem di ruang peninjau sama sekali tidak jelas.
Jimmy dari PWI Sulawesi Utara sangat menyayangkan kondisi soundsystem yang disiapkan panitia. “Sangat tidak jelas suaranya, apa perlu kita gedor Panitia,” ucap Jimmy.
Donny dari PWI Riau juga mengemukakan kekecewaannya. “Ini acara yang penting perlu kita tahu. Bagaimana mau menulis berita jika tidak terdengar suaranya, masuk ke dalam juga tidak diperbolehkan,” pungkas Donny.(mn)
Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya
Gabung Sekarang



