Kaltimpedia
Beranda Mancanegara Qari Cilik Indonesia Juara I MTQ Internasional Irak, Bukti Pembinaan Tilawah Usia Dini Berhasil

Qari Cilik Indonesia Juara I MTQ Internasional Irak, Bukti Pembinaan Tilawah Usia Dini Berhasil

M. Zian Fahrezi (kanan), juara I MTQ Internasional di Iraq.(foto: ist)

BAGHDAD – Indonesia kembali menorehkan prestasi gemilang di panggung dunia. Muhammad Zian Fahrezi, qari cilik asal Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), berhasil menyabet Juara I kategori anak-anak pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Internasional Al-Ameed ke-3 yang berlangsung di Karbala, Republik Irak.

Ajang bergengsi yang diselenggarakan oleh Komite Tinggi Atabah Huseiniyah ini berlangsung sejak 22 Januari hingga 5 Februari 2026. Zian, yang baru berusia 11 tahun dan duduk di kelas IV Sekolah Dasar, berhasil menyisihkan puluhan peserta terbaik dari berbagai negara melalui penilaian yang sangat ketat.

Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama (Kemenag), Muchlis M. Hanafi, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan bukti keberhasilan pembinaan tilawah Al-Qur’an usia dini di tanah air.

“Keberhasilan M. Zian Fahrezi meraih juara pertama menjadi capaian tertinggi Indonesia dalam ajang ini. Standar penilaian Al-Ameed dikenal sangat ketat, mencakup aspek tajwid, fashahah, kualitas suara, penguasaan maqamat, hingga adab tilawah,” ujar Muchlis saat ditemui di Bandara Internasional Baghdad, Jumat (6/2/2026).

Selain Zian, Indonesia juga mengirimkan delegasi terbaik lainnya yang berhasil menembus babak semifinal, yakni Muhammad Iqbal (Kepulauan Riau) di kategori anak-anak, serta Reza Maulana Nurdin (Jawa Barat) dan Mahfud Abdul Aziz (Jawa Timur) di kategori dewasa. Sementara itu, Maman Setiawan (Sulawesi Barat) bertanding hingga tahap penyisihan.

Para duta Al-Qur’an ini terpilih setelah melalui seleksi video yang diikuti ratusan peserta dari seluruh dunia. Dari seleksi tersebut, hanya 35 peserta dewasa dan 15 peserta anak-anak yang dipanggil langsung untuk bertanding di Irak dengan seluruh biaya ditanggung oleh pemerintah setempat.

Muchlis menambahkan, Kementerian Agama memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para peserta dan pembina. Prestasi ini kian memperkokoh eksistensi Indonesia sebagai salah satu pusat pengembangan seni baca Al-Qur’an dunia.

“Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus mencintai dan mengamalkan Al-Qur’an, serta memperkuat karakter bangsa melalui pembinaan keagamaan,” pungkasnya.(kp/mn)

Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya

Gabung Sekarang
Komentar
Bagikan:

Iklan