Resmikan S.I.A.P QRIS, Wali Kota Ajak Masyarakat Gunakan Transaksi Non-Tunai

0 535

Kaltimpedia.com, Samarinda – Wali Kota Samarinda, Andi Harun meresmikan pasar dan pusat perbelanjaan yang menggunakan sistem Sehat, Inovasi, dan Aman Pakai Quick Respon Indonesia Standard (S.I.A.P QRIS) untuk pasar tradisional di Kelurahan Lok Bahu, Pasar Palaran dan Pusat Perbelanjaan Big Mall Samarinda, yang dilaksanakan oleh Bank Indonesia, di Atrium Big Mall Samarinda, pada Senin (9/05/2022).


Dalam sambutannya, Andi Harun menyampaikan hal tersebut, sebagai upaya dalam memperluas digitalisasi di daerah, khususnya di wilayah Kota Samarinda.


“Sesuai dengan perkembangan zaman perubahan selalu terjadi ditengah transformasi digital dan ekonomi. Pasar tradisional dan pusat perbelanjaan memiliki potensi yang cukup tinggi dalam percepatan pertumbuhan ekonomi dan keuangan digital daerah,” ucapnya.


Oleh karena itu, Wali Kota mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menyesuaikan diri, dan harus beradaptasi dengan pembayaran non tunai. Dengan salah satu pelaksanaannya seperti penggunaan S.I.A.P QRIS di seluruh tempat transaksi ekonomi di masyarakat.

Transaksi Jual-beli menggunakan QRIS (Foto: Yuliawan/kaltimpedia.com)


“Desember lalu di Pasar Merdeka menjadi salah satu pasar di Kota Samarinda juga telah di implementasikan program yang sama untuk 111 pedagang dari total 179 pedagang. Dan hari ini pasar Lok Bahu, pasar Palaran dan Bigmall juga harus berupaya menyukseskan implementasi QRIS secara efektif,” ungkapnya.


Orang nomor satu di Samarinda itu optimistis, bahwa program S.I.A.P QRIS di Samarinda ini akan berjalan sesuai dengan yang direncanakan. Sehingga, percepatan implementasi standar nasional Indonesia bagi pasar tradisional pasti mampu mendukung inklusi ekonomi dan keuangan di Samarinda.


Diakhir sambutannya, Andi Harun berharap peluncuran program S.I.A.P QRIS ini tidak berhenti disini saja, melainkan terus dilanjutkan dan terus disosialisasikan secara luas, agar masyarakat dapat membiasakan diri menggunakan transaksi non-tunai.


Andi Harun mengajak warga Samarinda untuk turut mengampanyekan dan membiasakan diri menggunakan program transaksi non-tunai. Tidak hanya dalam aktivitas perbelanjaan namun juga pada sistem lain seperti pembiayaan parkir, dan pembayaran tagihan lain-lain.


“Saya tekankan masyarakat kita, para pelaku usaha, terutama UMKM, segera kita melakukan transformasi dari cara-cara konvensional yang lama ke sistem yang baru ini, dan kita tidak bisa menghindari itu, kalau kita ingin maju,” tegas Andi.(*)

Penulis : Ramadhani

Editor : Yuliawan

Leave a comment