Kaltimpedia
Beranda Prokom Kukar Rumput Laut Gracilaria Melimpah, DKP Kukar Siapkan Peningkatan Mutu dan Hilirisasi

Rumput Laut Gracilaria Melimpah, DKP Kukar Siapkan Peningkatan Mutu dan Hilirisasi

Ilustrasi Rumput Laut Gracilaria.

Kutai Kartanegara, Kaltimpedia.com – Produksi rumput laut di Kutai Kartanegara (Kukar) sepanjang 2024 mencatat pertumbuhan signifikan. Gracilaria menjadi komoditas paling menonjol dengan volume mencapai 67.818 ton, terpaut jauh dari Kotoni yang hanya menghasilkan 162 ton dalam periode yang sama.

Data tersebut menempatkan Gracilaria sebagai tulang punggung budidaya rumput laut Kukar dan menjadi dasar penguatan hilirisasi yang kini tengah disiapkan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kukar.

Kepala DKP Kukar, Muslik mengatakan, dominasi Gracilaria sejalan dengan karakter tambak Kukar yang lebih cocok untuk jenis tersebut. Sebaran produksinya meliputi Samboja, Muara Badak, Anggana, hingga Marangkayu. Sementara Kotoni hanya dapat berkembang di perairan yang lebih jernih sehingga lokasinya terbatas, sebagian besar di Samboja.

“Gracilaria paling besar produksinya karena paling mudah dibudidayakan di tambak kita,” kata Muslik.

Ia menambahkan, pengaruh Sungai Mahakam membuat sebagian wilayah perairan di Kukar kurang ideal untuk Kotoni. Meski produksinya kecil, Kukar tetap mendorong pengembangan Kotoni sebagai komoditas prospektif. Bahkan, sejumlah perizinan budidayanya telah terbit dari kementerian.

Di sisi lain, tantangan terbesar dalam budidaya Gracilaria adalah teknik pemeliharaan yang masih bersifat tradisional. Banyak petambak masih menggunakan metode tabur yang minim kontrol kualitas, sehingga hasil panen belum mencapai standar tinggi.

“Kita ingin kualitasnya meningkat. Makanya pendampingan dan edukasi akan kita perkuat,” ucapnya.

Muslik juga mulai menggeser fokus pada hilirisasi agar nilai jual rumput laut tidak berhenti pada produk kering. Produk turunan seperti agar, tepung rumput laut, gel makanan, hingga bahan baku industri farmasi sedang dipetakan sebagai peluang baru bagi pembudidaya lokal.

“Hilirisasi itu penting. Kalau hanya dijual mentah, petambak tidak mendapat nilai tambah yang maksimal,” tuturnya.

Saat ini, rencana pembangunan pabrik pengolahan rumput laut di Kukar terus dimatangkan. Jika beroperasi, fasilitas ini akan meningkatkan penyerapan hasil panen dan membantu menjaga stabilitas harga.

Muslik memastikan, permintaan rumput laut, baik untuk kebutuhan nasional maupun ekspor, sangat besar. Dengan penguatan kualitas dan pengolahan, Kukar berpeluang menjadi salah satu sentra rumput laut terkuat di Kalimantan Timur.

“Produksi kita sudah tinggi. Kini tinggal kualitas dan hilirisasinya yang harus dimaksimalkan agar petambak mendapat harga terbaik,” tandasnya. (adv)

Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya

Gabung Sekarang
Komentar
Bagikan:

Iklan