Kaltimpedia
Beranda Daerah Sapu Lumpur Sisa Banjir, Taruna Akpol hingga Akmil Pulihkan SD Negeri 4 Kuala Simpang

Sapu Lumpur Sisa Banjir, Taruna Akpol hingga Akmil Pulihkan SD Negeri 4 Kuala Simpang

ACEH TAMIANG – Aroma tanah basah dan sisa-sisa banjir November tahun lalu masih terasa di lingkungan SD Negeri 4 Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang. Namun, Minggu pagi (25/1/2026), suasana sunyi di sekolah itu pecah oleh derap langkah dan gemuruh semangat para pemuda berseragam.

Mereka bukanlah pasukan yang datang untuk bertempur di medan perang, melainkan para Taruna Akademi Kepolisian (Akpol), Akmil, AAU, AAL, hingga BSSN yang sedang menjalani hari kedua Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitardanus) ke-46. Misi mereka satu: memastikan anak-anak di Kuala Simpang bisa segera duduk kembali di bangku kelas tanpa gangguan sisa lumpur.

Bahu-Membahu Menyapu Lumpur
Di salah satu sudut ruangan, Sultan Rekha Alfarabbi Firdaus, seorang Taruna Akpol, tampak berpeluh. Di tangannya, sebuah sekop bergerak lincah menyisir lapisan lumpur yang masih cukup tebal menempel di lantai kelas.

“Hari ini kami membersihkan lumpur yang cukup tinggi di ruang-ruang sekolah. Kami sekop, kami sapu, dan kami pel supaya ruangan-ruangan ini bisa cepat digunakan kembali oleh anak-anak di Tamiang,” ujar Sultan dengan nafas teratur namun tetap penuh energi.

Baginya, setiap inci lantai yang kembali bersih adalah langkah kecil untuk mengembalikan tawa siswa di sekolah tersebut.

Progres Dua Hari yang Berarti
Proses pembersihan ini ternyata tidak semudah membalikkan telapak tangan. Salsadila Rossa Firllyanti, Taruna dari Akademi Angkatan Laut (AAL), menceritakan bahwa timnya telah berjibaku selama dua hari berturut-turut. Meski beberapa kelas sudah mulai terlihat bersih dan layak pakai, tantangan belum usai.

“Sudah ada beberapa kelas yang progresnya signifikan dan bisa dipakai untuk belajar mengajar. Namun, kami harus ekstra hati-hati karena beberapa bangunan mulai rapuh, sehingga butuh pembersihan yang lebih mendalam,” jelas Salsadila.

Membangun Kembali Harapan
Kehadiran Latsitardanus di Aceh Tamiang lebih dari sekadar kerja bakti. Ini adalah bentuk integrasi nyata antara calon pemimpin bangsa dengan masyarakat yang sedang mencoba bangkit pascabencana.

Salsadila berharap, keringat yang mereka teteskan di SD Negeri 4 ini bisa menjadi pemantik pulihnya fasilitas umum lainnya di Aceh Tamiang. “Kami ingin membantu kehidupan masyarakat menjadi lebih baik,” tambahnya.

Senada dengan itu, Sultan menutup kegiatannya hari itu dengan sebuah harapan sederhana namun mendalam bagi warga Tamiang. “Harapan saya, semua kerusakan cepat pulih. Anak-anak kembali bersekolah, toko-toko kembali buka, dan aktivitas masyarakat normal secepat mungkin,” pungkasnya.

Menjelang siang, bayangan lumpur yang pekat mulai memudar, berganti dengan lantai yang bersih dan harapan baru bagi dunia pendidikan di Kuala Simpang.(*/mnl)

Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya

Gabung Sekarang
Komentar
Bagikan:

Iklan