Siapkan MTQ Nasional 2026, Kaltim Mulai Seleksi 174 Peserta Terbaik
Samarinda – Genderang persiapan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 mulai ditabuh secara serius oleh Kalimantan Timur (Kaltim). Untuk memastikan Kaltim mengirimkan duta-duta terbaiknya, Pemerintah Provinsi secara resmi menghelat Pemusatan Latihan (Training Center – TC) Tahap I yang melibatkan 174 peserta terpilih.
Kegiatan intensif ini, yang berlangsung di Asrama Haji Batakan, Balikpapan, dari 23 hingga 26 November 2025, bukan sekadar pelatihan, melainkan fase penentuan krusial dalam proses seleksi berlapis untuk membentuk kafilah unggulan yang siap bersaing dan mengukir prestasi di pentas nasional.
Peserta yang dipanggil adalah para juara dari berbagai cabang musabaqah pada MTQ tingkat Provinsi Kaltim yang sebelumnya sukses digelar di Sangatta, Kabupaten Kutai Timur, pada bulan Juli 2025 lalu.
Kehadiran mereka di Balikpapan bukan hanya untuk melanjutkan pembinaan, tetapi juga untuk menjalani seleksi berjenjang yang ketat.
Wakil Ketua II Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kaltim yang juga Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kaltim, Dasmiah, menjelaskan bahwa TC Tahap I merupakan fase penyaringan fundamental.
Ia menekankan bahwa proses seleksi telah dirancang secara komprehensif dan berlapis, mengombinasikan metode tatap muka (offline) dan daring (online).
“Tahap I ini adalah titik awal untuk mematangkan kesiapan peserta secara fisik dan mental. Selanjutnya, proses seleksi secara online akan kami laksanakan pada Tahap II dan Tahap III,” jelas Dasmiah (26/11/2025).
“Baru kemudian, pada Tahap IV, kami akan kembali memfinalisasinya secara offline untuk menentukan nama-nama definitif yang akan menjadi bagian dari Kafilah Kaltim,” tambahnya.
Dengan itu dirinya menegaskan komitmen LPTQ untuk mendapatkan yang terbaik melalui proses yang transparan dan akuntabel.
Di hadapan para peserta, Ustadz Dr. Hajarul Akbar, Koordinator Pelatih, menyampaikan pesan motivasi yang kuat. Ia menegaskan pentingnya kedisiplinan dan kesungguhan dalam mengikuti setiap sesi latihan.
Menurutnya, untuk meraih prestasi gemilang di tingkat nasional, tidak ada jalan pintas; diperlukan proses panjang, pengorbanan, dan komitmen yang tak tergoyahkan.
“Kalau kita ingin meraih sebuah prestasi yang tertinggi, harus ada pengorbanan. Tidak akan pernah ada hasil luar biasa tanpa melalui proses yang serius. Ini adalah kesempatan emas, manfaatkanlah sebaik mungkin,” tegas Ustadz Hajarul.
Sekretaris Daerah Kaltim sekaligus Ketua LPTQ Kaltim, Sri Wahyuni, yang membuka acara, menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran para pelatih nasional, termasuk pelatih-pelatih lokal Kaltim yang telah memiliki sertifikasi nasional sebagai pelatih maupun hakim MTQ.
“Keberadaan mereka menjamin kualitas pembinaan yang akan diterima peserta,” tuturnya.
Sri Wahyuni juga menegaskan komitmen penuh Pemerintah Provinsi Kaltim untuk memberikan perhatian dan penghargaan yang layak kepada para peserta yang mampu mengharumkan nama daerah.
“Pemprov Kaltim akan menyiapkan penghargaan khusus dan insentif bagi peserta yang berhasil membawa nama baik daerah dan meraih prestasi pada MTQ Nasional 2026 mendatang,” kata Sri Wahyuni.
Dengan proses seleksi ketat dan pembinaan berstandar nasional ini, Kaltim optimis dapat menghasilkan kafilah yang tidak hanya unggul dalam tilawah dan hafalan, tetapi juga memiliki integritas spiritual tinggi, siap untuk merebut kembali posisi teratas dan mengharumkan nama daerah pada gelaran MTQ Nasional 2026.(ct/ADV/Diskominfo)
Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya
Gabung Sekarang



