Kaltimpedia
Beranda Kampus STIPER Kutim Usulkan 315 Mahasiswa Ikut Program Kuliah Beasiswa Gratis POL

STIPER Kutim Usulkan 315 Mahasiswa Ikut Program Kuliah Beasiswa Gratis POL

STIPER Kutim Usulkan 315 Mahasiswa untuk Program Bantuan Pendidikan Gratis POL

SANGATTA – Sekolah Tinggi Pertanian (STIPER) Kutai Timur (Kutim) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pendidikan di wilayah Kalimantan Timur. Salah satu upaya terbarunya adalah mengusulkan sebanyak 315 mahasiswa untuk menerima manfaat dari Program Gratis POL (Pembayaran Online Langsung) yang diluncurkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur.

Program Gratis POL menjadi solusi bagi mahasiswa aktif di seluruh perguruan tinggi di Kaltim, termasuk STIPER Kutim, untuk mendapatkan bantuan pembayaran SPP secara langsung. Ketua STIPER Kutim, Ismail Fahmy Ahmad, menyatakan bahwa program ini merupakan langkah nyata untuk meringankan beban biaya kuliah mahasiswa di tengah tantangan ekonomi yang kian berat.

Antusiasme STIPER Kutim dalam Menyambut Program Gratis POL

Menurut Ismail, pihaknya sangat menyambut baik inisiatif Pemprov Kaltim melalui program ini. STIPER Kutim telah menghadiri beberapa pertemuan terkait program tersebut, termasuk saat peluncuran yang diikuti oleh 53 perguruan tinggi se-Kaltim.

“Kami sangat antusias menyambut program ini. STIPER Kutim telah mengajukan 315 mahasiswa untuk menerima bantuan. Namun, hingga saat ini, kami masih menunggu hasil verifikasi dari pihak provinsi,” ujar Ismail.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kendala utama program ini terletak pada keterbatasan anggaran yang masih dalam proses penyesuaian. Meski demikian, ia optimis bahwa bantuan ini akan segera terealisasi untuk mahasiswa aktif di STIPER Kutim.

Gratis POL: Bukan Beasiswa, Melainkan Bantuan Pembayaran SPP

Ismail menekankan bahwa Program Gratis POL bukanlah beasiswa dalam arti umum, tetapi lebih kepada bantuan murni untuk meringankan pembayaran SPP mahasiswa. Program ini berfokus pada pembiayaan kuliah agar mahasiswa tetap dapat melanjutkan studi tanpa terganggu masalah biaya.

“Fokusnya adalah pembayaran SPP. Jadi, mahasiswa aktif di perguruan tinggi di Kaltim dapat terbantu langsung dengan adanya program ini,” jelas Ismail.

Peluang Peningkatan Kapasitas SDM bagi Dosen STIPER Kutim

Selain mahasiswa, Ismail juga menyinggung potensi peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) bagi dosen melalui jalur beasiswa pendidikan lanjutan. Namun, program tersebut memiliki batasan usia tertentu yang perlu diperhatikan.

  • S1: Usia maksimal 25 tahun
  • S2: Usia maksimal 30 tahun
  • S3: Usia maksimal 50 tahun

“Kendala utama bagi dosen yang ingin melanjutkan studi adalah batasan usia. Jadi, mereka harus menyesuaikan agar dapat memanfaatkan program beasiswa ini,” tambahnya.

Harapan untuk Penguatan Infrastruktur dan Fasilitas Kampus

Tidak hanya fokus pada bantuan SPP, Ismail juga berharap agar program pendidikan dari pemerintah tidak berhenti pada bantuan mahasiswa saja. Menurutnya, penguatan infrastruktur kampus dan peningkatan fasilitas pendidikan juga perlu menjadi prioritas.

“Jika kualitas pendidikan ingin meningkat, maka perlu dukungan operasional yang memadai, fasilitas kampus yang lengkap, serta pengembangan SDM yang berkelanjutan. Ini semua bagian dari Tridharma Perguruan Tinggi yang harus kita jaga,” tuturnya.

Kesimpulan: STIPER Kutim dan Program Gratis POL

STIPER Kutim telah mengusulkan 315 mahasiswa untuk menerima manfaat dari Program Gratis POL yang diluncurkan Pemprov Kaltim. Program ini diharapkan dapat membantu mahasiswa dalam pembayaran SPP agar mereka dapat melanjutkan studi tanpa kendala biaya. Selain itu, STIPER Kutim juga membuka peluang peningkatan kapasitas SDM melalui jalur beasiswa pendidikan lanjutan meskipun ada batasan usia tertentu. Harapan lainnya adalah adanya dukungan infrastruktur dan pengembangan fasilitas kampus demi tercapainya kualitas pendidikan yang lebih baik di Kutai Timur.

Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya

Gabung Sekarang
Komentar
Bagikan:

Iklan