Terlantar Di Berau, Alumni APDN Tahun 1991 Kini Dirawat di RSUD AWS Samarinda Belum Diketahui Keluarganya
SAMARINDA — Minsani (58), nama yang tertera di Kartu tanda penduduk (KTP) tercatat sebagai warga beralamat di Jalan DR. Murjani III Gang Bahtera, Kelurahan Karang Ambun, kecamatan Tanjung Redeb, kabupaten Berau. Ia seorang laki-laki saat ini kondisi terbaring tanpa dampingan keluarga dalam perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda.
Rusli, Kabid Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Berau mengungkapkan pada awalnya kondisi Minsani dilaporkan warga dalam kondisi sakit. “Pada awalnya mendapat laporan warga ada warga yang ditemukan kondisi sakit tanpa keluarga, ditemukan warga di sebuah Gudang di Jalan Pulau Panjang, Kelurahan Tanjung Redeb, Kecamatan Tanjung Redeb, Kabupaten Berau dengan kondisi lemas dan diketahui menderita penyakit diabetes.” jelas Rusli melalui pesan WhatsApp, Jum’at (5/9/2025).
Mendapatkan laporan tersebut, Klien a.n Minsani dibawa ke RSUD Abdul Rivai Tanjung Redeb dan menjalani perawatan selama 1 (satu) minggu. “Setelah dinyatakan boleh pulang dari pihak rumah sakit, pada siang hari Rabu, 25 Juni 2025, kami bawa ke Rumah Singgah Kita Bakula, Dinas Sosial Kabupaten Berau untuk dapat layanan sebagaimana mestinya.” jelas Rusli.
Namun karena kondisi kesehatan kembali memburuk, dan masuk rumah sakit lagi, dan pada tanggal 31 Agustus 2025 dirujuk dari RSUD Abdul Rivai Tanjung Redeb kabupaten Berau menuju RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda menggunakan ambulans rumah sakit untuk mendapatkan layanan kesehatan lebih baik
Dijelaskan Rusli, Klien “M” tidak memiliki keluarga dan tidak punya tempat tinggal tetap dan sebelumnya hanya tinggal menumpang di gudang di tempatnya bekerja.
Sebelum dirujuk ke RSUD AWS klien dilayani d Rumah Singgah Kita Bakula Dinas Sosial Kabupaten Berau dengan kondisi belum pulih sepenuhnya dari sakitnya dan klien kesulitan dalam bergerak/berjalan, sehingga membutuhkan bantuan orang lain dalam beraktivitas dan memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun klien berharap dapat sembuh dan dapat bekerja kembali.
Saat klien Dinas Sosial kabupaten Berau ini masih bisa diajak komunikasi, pernah cerita bahwa ayahnya merupakan orang Banjar yang berdiam di hulu Mahakam yaitu di Long Iram, kabupaten Kutai Kutai Barat dan ibunya orang Sunda yang bertemu dan menikah ketika orang tuanya merantau dan bekerja di Medan Sumatera Utara.
“Pak Minsani pernah bilang dirinya dan adiknya lahir di Medan. Kemudian orang tuanya kembali ke Kalimantan Timur yaitu di Kampung Jawa Kota Samarinda.” tambah Rusli.
Minsani menjalani Pendidikan mulai dari sekolah dasar hingga pendidikan tingginya di Kota Samarinda, “Beliau mengaku alumni pendidikan tinggi yaitu di Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) Samarinda, tahun 1991. Semoga ada kawannya yang mengenalinya,” harap Rusli.
Rusli mengungkapkan status Minsani sudah dalam penanganan Dinas Sosial Provinsi Kaltim. “Sejak tanggal 31 Agustus 2025, sudah kami serahkan ke Dinas Sosial Provinsi. Semoga kawan-kawan di Dinas Sosial Provinsi Kaltim benar-benar menjaga beliau selama dalam perawatan di RSUD AWS,” harap Rusli.
Saat ditemui di Ruang Perawatan Flamboyan I RSUD AWS, Minsani dalam kondisi tidak respon saat ditanya dan didampingi Pekerjaan Sosial Masyarakat (PSM). Dan saat visit dokter, yang ditangani dr. Pambudi menjelaskan kondisi pasien harus cuci darah karena kondisi ginjalnya sudah tidak berfungsi dengan baik. “Kemungkinan besok Sabtu (6/9/2025) pasien harus cuci darah,” jelasnya.
Sementara itu Sarna, PSM yang memantau kondisi klien Dinas Sosial selama dirawat di RSUD AWS berharap ada yang mengenali Minsani. “Saya berharap ada pihak keluarga yang mengenalinya. Sehingga bila terjadi sesuatu atas pak Minsani kita tidak kerepotan mencari keluarganya,” harap Sarna.(mn)
Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya
Gabung Sekarang



