Jembatan Mahakam Kembali Dihantam Tongkang, Sorotan Tertuju pada KSOP dan Pelindo
Kaltimpedia.com, SAMARINDA – Insiden tabrakan kapal tongkang kembali mengusik ketenangan warga Samarinda. Jembatan Mahakam, yang menjadi infrastruktur vital penghubung wilayah, mengalami guncangan akibat ditabrak kapal tongkang bermuatan kayu pada Februari lalu. Meski tidak menimbulkan kerusakan serius, peristiwa ini kembali memunculkan kritik tajam terhadap instansi terkait, khususnya Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta PT Pelindo.
Banyak pihak menilai kedua lembaga tersebut lalai dalam mengatur lalu lintas pelayaran di Sungai Mahakam. Tuntutan agar pimpinan KSOP dan Pelindo dicopot pun bermunculan dari sejumlah elemen masyarakat yang menilai pengawasan dan pengelolaan arus kapal tidak dijalankan secara optimal.
Menanggapi hal itu, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) memastikan bahwa struktur Jembatan Mahakam masih aman digunakan. Namun, berdasarkan rekaman CCTV yang terekam saat kejadian, terlihat jelas jembatan mengalami getaran signifikan meski telah dilengkapi fender pengaman.
“Fender sudah terpasang, tapi dampaknya tetap terasa. Jika tidak ada fender, kerusakan bisa sangat parah, bahkan bisa saja terjadi insiden besar seperti ambruknya Jembatan Kutai Kartanegara beberapa tahun lalu,” ungkap perwakilan BBPJN.
Sementara itu, menanggapi isu pencopotan pimpinan KSOP dan Pelindo, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi, menegaskan bahwa keputusan semacam itu berada di tangan pemerintah pusat.
“Pencopotan jabatan pimpinan instansi vertikal seperti KSOP adalah kewenangan pemerintah pusat, bukan pemerintah daerah,” jelas Reza.
Politikus Gerindra ini menambahkan bahwa yang lebih penting saat ini adalah mencari solusi konkret guna mengatur kembali jalur pelayaran sungai, demi menghindari insiden serupa di masa mendatang. Ia mengungkapkan bahwa Jembatan Mahakam sudah 22 kali mengalami tabrakan oleh kapal.
“Jembatan ini adalah urat nadi transportasi masyarakat Kaltim. Harus ada teknologi seperti sensor navigasi atau CCTV yang mampu memantau pergerakan kapal secara real-time,” tegasnya.
Reza berharap adanya sinergi antara Perusahaan Daerah (Perusda), KSOP, dan Pelindo agar lalu lintas di Sungai Mahakam dapat tertata dengan baik dan keselamatan jembatan bisa lebih terjamin.
(DPRDKaltim/Adv)
Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya
Gabung Sekarang



