DPRD Kaltim Soroti Lonjakan Kasus DBD, Damayanti: Antisipasi Harus Lebih Proaktif
Kaltimpedia.com, Samarinda — Meningkatnya kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kalimantan Timur sepanjang 2025 memicu keprihatinan kalangan legislatif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Mei 2025, tercatat 2.210 kasus DBD tersebar di 10 kabupaten dan kota. Kota Balikpapan mencatat angka tertinggi dengan 602 kasus, disertai satu kasus kematian.
Menanggapi situasi tersebut, Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Damayanti, menegaskan perlunya langkah antisipatif yang lebih cepat dan terstruktur dari Dinas Kesehatan. Menurutnya, pola penyebaran DBD yang cenderung berulang setiap tahun seharusnya sudah bisa dipetakan dan dicegah lebih dini.
“Ini bukan penyakit baru. Setiap tahun kita hadapi siklus yang sama, terutama saat pergantian musim. Seharusnya kita sudah lebih siap menghadapi lonjakannya,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa upaya pengendalian tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Peran serta masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dinilainya sangat penting untuk memutus mata rantai penyebaran nyamuk Aedes aegypti, vektor utama penyebab DBD.
“Kesadaran masyarakat adalah kunci. Pemerintah memang punya tanggung jawab besar, tapi tanpa dukungan warga, upaya apapun akan sulit maksimal,” tegasnya.
Lebih lanjut, Damayanti mendorong agar program preventif seperti edukasi kesehatan, pemberantasan sarang nyamuk, hingga fogging dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.
“Jangan hanya bergerak ketika angka sudah tinggi. Program promotif dan edukatif harus terus dijalankan agar pencegahan bisa dilakukan secara kolektif,” ujarnya.
Damayanti berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, fasilitas layanan kesehatan, dan masyarakat dapat ditegakkan demi menekan angka kasus DBD di tahun-tahun mendatang.
(DPRDKaltim/Adv/AH)
Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya
Gabung Sekarang



