Minim Peminat, Sekolah Rakyat di Kaltim Terancam Gagal Berjalan
Kaltimpedia.com, Samarinda – Upaya pemerintah pusat dalam mengentaskan kemiskinan melalui program pendidikan Sekolah Rakyat mulai menemui hambatan di Kalimantan Timur. Rendahnya minat masyarakat menjadi sinyal lemahnya efektivitas program ini di tingkat lokal.
Sekolah Rakyat Rintisan yang dibuka di SMAN 16 Samarinda, misalnya, baru menerima tiga pendaftar dari total kuota 75 siswa. Kondisi ini memicu keprihatinan Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi, yang menilai minimnya peminat bisa menggagalkan keberlanjutan program tersebut.
“Program ini sudah disiapkan dengan fasilitas lengkap oleh pemerintah pusat. Tapi tanpa peserta, semua itu hanya jadi formalitas,” ujar Darlis saat ditemui usai pertemuan dengan mitra kerja, belum lama ini.
Menurutnya, masalah ini mencerminkan kurangnya peran aktif dari pemerintah daerah dalam mensosialisasikan program kepada masyarakat. Ia menilai Pemprov Kaltim masih belum maksimal dalam memanfaatkan peluang yang ada untuk membantu kelompok masyarakat kurang mampu melalui jalur pendidikan.
“Kita butuh pendekatan yang lebih menyentuh. Bukan dengan paksaan, tapi melalui sistem yang membuka kesadaran masyarakat bahwa pendidikan bisa memutus rantai kemiskinan,” tegasnya.
Darlis juga mengingatkan, jika tidak ada intervensi cepat dari pemerintah daerah, maka program strategis seperti Sekolah Rakyat berisiko tak memberikan dampak apa-apa bagi warga yang seharusnya menerima manfaat.
“Jangan sampai program yang bagus ini hanya jadi wacana. Pemerintah daerah harus segera bergerak agar sekolah ini benar-benar berfungsi sebagai solusi pendidikan untuk keluarga prasejahtera,” pungkasnya.
Dengan waktu yang semakin sempit dan minimnya pendaftar, tantangan ini menjadi ujian nyata bagi komitmen semua pihak dalam menghadirkan akses pendidikan yang inklusif dan merata di Kalimantan Timur.
(DPRDKaltim/Adv/AH)
Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya
Gabung Sekarang



