Akses Transportasi Terbatas, DPRD Kaltim Soroti Lonjakan Harga Pangan di Mahulu
Kaltimpedia.com, Samarinda – Keterbatasan akses transportasi di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Kalimantan Timur, kembali memicu kenaikan harga beras dan bahan pokok. Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ekti Imanuel, menyebut tingginya biaya logistik sebagai faktor utama yang membebani masyarakat di wilayah pedalaman tersebut.
Menurut Ekti, distribusi barang ke Mahulu masih sangat bergantung pada jalur Sungai Mahakam. Ketika musim kemarau tiba, riam dangkal seperti Riam Udang, Riam Halo, dan Riam Panjang menyulitkan akses kapal, sehingga biaya pengangkutan melonjak tajam.
“Kondisi ini berdampak langsung pada harga kebutuhan pokok, khususnya di wilayah Long Bagun hingga Long Apari,” ujarnya, Senin (28/7/2025).
Ia mengapresiasi kebijakan Pemkab Mahulu yang mengalokasikan anggaran untuk subsidi ongkos angkut bahan pokok. Namun, ia menilai realisasi program tersebut masih tersendat karena lambannya pengesahan perubahan APBD.
“Secara kebijakan sudah tepat, tapi eksekusinya harus dipercepat. Subsidi baru akan bermanfaat jika segera diterapkan,” tegasnya.
Ekti juga menyoroti ketergantungan penuh pada transportasi sungai yang membuat distribusi rawan terganggu. Ia mendorong percepatan pembangunan jalur darat sepanjang 250 kilometer dari Ujoh Bilang menuju Long Pahangai dan Long Apari sebagai alternatif distribusi. Meski status jalan berada di bawah kewenangan pemerintah pusat, ia menilai perlu adanya sinkronisasi lintas sektor agar progres tidak terhenti.
Selain infrastruktur, Ekti menekankan pentingnya pengelolaan kebijakan distribusi secara terpadu antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat. Menurutnya, subsidi ongkos angkut seharusnya menjadi bagian dari solusi permanen, bukan hanya kebijakan sementara.
“Isolasi akses membuat harga pangan di Mahulu tidak kompetitif. Ini bukan sekadar persoalan logistik, tapi soal keadilan ekonomi. Pemerintah harus hadir dengan kebijakan yang berpihak,” pungkasnya.
(DPRDKaltim/Adv/AH)
Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya
Gabung Sekarang



