Relokasi Sekolah Rakyat Masih Tunggu Persetujuan Pusat
Samarinda – Kegiatan belajar di Sekolah Rakyat Samarinda dipastikan masih bersifat sementara. Kepala Dinas Sosial Kalimantan Timur (Dinsos Kaltim), Andi Muhammad Ishak, menjelaskan seluruh aktivitas belajar akan dipindahkan ke lokasi baru di kawasan Palaran, Kota Samarinda, setelah pembangunan gedung pendidikan selesai.
Andi menyebutkan, dua sekolah rakyat yang saat ini beroperasi di wilayah Samarinda, yaitu Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Kalimantan Timur dan di SMA 16 Samarinda yang akan menempati bangunan baru di Palaran, Samarinda.
“Lokasi sementara ini masih kita gunakan karena gedung permanen belum selesai dibangun. Kalau lahan dan bangunan sudah siap, semua kegiatan belajar akan dipindahkan ke Palaran,” ujarnya (13/11/2025).
Ia menambahkan, lahan pembangunan tersebut merupakan aset Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Namun, pemanfaatannya masih menunggu persetujuan dari pemerintah pusat, sehingga kemungkinan baru bisa direalisasikan tahun depan.
Terlebih, kondisi di lokasi sekarang, di SMA 16 Samarinda tepatnya di sekitar Jalan Perjuangan, Kelurahan Sempaja, diakui sudah terlalu padat. Upaya Dinas Sosial meminjam ruang kelas di sekolah itu juga batal karena sekolah kembali membutuhkan ruang tersebut.
“Kapasitasnya terbatas, jadi sulit menambah peserta didik baru,” katanya.
Meski begitu, Dinsos Kaltim memastikan kegiatan belajar tetap berjalan normal hingga pembangunan fasilitas di Palaran selesai. Sekolah Rakyat sendiri merupakan program Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) untuk memberi akses pendidikan dasar bagi anak-anak putus sekolah, terutama yang berasal dari keluarga berpenghasilan rendah di perkotaan.
“Kalau nanti sudah pindah ke Palaran, fasilitasnya jauh lebih layak dan bisa menampung lebih banyak anak. Kita targetkan tahun depan mulai beroperasi,” tutupnya.(ct/ADV/Diskominfo)
Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya
Gabung Sekarang



