Pabrik Soda Ash Bontang Jadi Babak Baru Transformasi Industri Kaltim, ESDM Tekankan Keadilan dan Keberlanjutan
Samarinda – Pembangunan pabrik soda ash milik PT Pupuk Kalimantan Timur di Bontang menandai langkah strategis bagi Kalimantan Timur dalam memperkuat fondasi ekonomi berbasis industri bernilai tambah. Namun, di balik euforia investasi, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim mengingatkan pentingnya arah pembangunan yang tetap berkeadilan dan berkelanjutan.
Kepala Dinas ESDM Kaltim, Bambang Arwanto, menegaskan bahwa setiap proyek besar di Kaltim tidak boleh hanya berorientasi pada produksi dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus memberi dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan.
“Pemerintah Provinsi Kaltim mendorong agar investasi besar tidak semata mengejar angka ekonomi. Harus ada kontribusi sosial dan ekologis di dalamnya. Dan Pupuk Kaltim telah menunjukkan teladan itu,” ujar Bambang (14/11/2025).
Menurut Bambang, proyek ini memiliki nilai strategis ganda. Selain memperkuat rantai pasok industri kimia nasional, kehadiran pabrik soda ash juga mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan kawasan industri lain di wilayah pesisir timur Kalimantan.
Dengan kapasitas produksi mencapai 300 ribu metrik ton per tahun, pabrik tersebut akan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan baku kaca, deterjen, dan farmasi. Bahkan, teknologi yang digunakan diklaim mampu memanfaatkan 170 ribu ton CO₂ per tahun sebagai bahan baku, menjadikannya salah satu proyek industri ramah lingkungan terbesar di Tanah Air.
Bambang menilai momentum ini harus dibaca sebagai awal dari transformasi ekonomi Kaltim, dari daerah pengekspor bahan mentah menuju pusat industri berkelanjutan.
“Kita ingin industri tumbuh tanpa mengorbankan alam dan manusia Kaltim. Karena pembangunan sejati adalah yang berkeadilan dan berkeadaban,” tegasnya.
Langkah Pupuk Kaltim membangun pabrik soda ash dinilai sebagai sinyal kuat bahwa Kaltim siap keluar dari ketergantungan ekonomi berbasis sumber daya alam mentah menuju industri hijau yang bernilai tambah tinggi.
“Ini bukan sekadar groundbreaking proyek, tapi simbol perubahan arah pembangunan Kaltim menuju masa depan yang lebih mandiri dan berkelanjutan,” tutupnya.(ct/ADV/Diskominfo)
Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya
Gabung Sekarang



