Kaltimpedia
Beranda Kalimantan Timur DPMPD Kaltim Selaraskan Program JOSPOL untuk Percepat Penanganan Stunting

DPMPD Kaltim Selaraskan Program JOSPOL untuk Percepat Penanganan Stunting

Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus memperkuat kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mendukung program unggulan JOSPOL, terutama pada penanganan stunting. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim menyatakan komitmennya berjalan seiring dengan kebijakan Dinas Kesehatan dalam memperkuat intervensi pencegahan di tingkat desa.

Kepala DPMPD Kaltim, Puguh Harjanto, menyebutkan bahwa berbagai kegiatan edukasi telah dilakukan selama tahun berjalan, mulai dari pembinaan calon pengantin, penguatan pola asuh (parenting), hingga sosialisasi kesehatan masyarakat di berbagai kabupaten dan kota. Program edukasi tersebut digelar di Penajam Paser Utara (PPU), Kutai Barat, Kutai Timur, Balikpapan, serta wilayah lain yang menjadi perhatian pemerintah.

“DPM-PD selaras dengan Dinas Kesehatan dalam penanganan stunting. Kami sudah menjalankan edukasi calon pengantin, parenting, dan pembinaan masyarakat di beberapa daerah,” jelas Puguh (22/11/2025).

Ia menilai strategi yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dalam memetakan lokus dan indikator stunting dapat menjadi contoh keberhasilan pendekatan berbasis wilayah. Dengan pemetaan yang jelas, daerah dapat mengidentifikasi kategori wilayah merah dan kuning untuk menentukan tingkat intervensi.

“Strategi Kukar cukup efektif karena bisa melihat secara spesifik mana wilayah merah dan kuning. Dengan begitu, intervensi bisa lebih terarah,” ujarnya.

Puguh menegaskan bahwa peran OPD sangat krusial dalam memperkuat program JOSPOL. Setiap dinas memiliki kontribusi yang harus berjalan saling melengkapi, mulai dari intervensi kesehatan, edukasi keluarga, peningkatan gizi, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Menurutnya, tanpa kolaborasi yang kuat, upaya penurunan stunting tidak akan berjalan menyeluruh.

“Peran OPD sangat penting. Kolaborasi ini harus terus dijaga supaya penanganan stunting bisa maksimal,” tegasnya.

Melalui integrasi kerja antara pemerintah desa, OPD, dan sektor kesehatan, Pemprov Kaltim optimistis program JOSPOL dapat menjadi pendorong utama dalam mempercepat penurunan angka stunting di seluruh kabupaten/kota.(ct/ADV/Diskominfo)

Join Group Wa Kami Kaltimpedia.com agar tidak ketinggalan berita terbaru lainnya

Gabung Sekarang
Komentar
Bagikan:

Iklan